10 Menit sebelum Meledak, Bom sempat Ditemukan

TANTA (Realita) - Sedikitnya 21 orang tewas dalam ledakan di gereja koptik St George di kota Tanta, utara Kairo. Sejumlah media resmi  melaporkan sedikitnya 50 orang terluka.

Ledakan itu terjadi saat kaum Kristen Koptik merayakan Minggu Palma, salah satu hari paling suci dalam kalender Kristen, menandai masuknya Yesus Kristus ke Yerusalem.

Penyebab persis ledakan itu belum diketahui tetapi dalam beberapa tahun terakhir, minoritas Kristen Mesir telah sering menjadi sasaran kaum Islam militan.

Gubernur provinsi itu, Ahmad Deif mengatakan kepada saluran telebisi Nil: "Bisa jadi bom itu sudah dipasang di dalam gereja, atau pembom bunuh diri yang meledakkan diri,”.

Aparat melakukan penyisiran terhadap kemungkinan adanya bom atau bahan peledak lain. Namun menurut sumber resmi dari kepolisian, 10 menit sebelum meledak, ada karyawan gereja yang sempat melihat bom tersebut. Namun belum sempat dia lapor polisi, bom keburu meledak.

Terpisah, sejauh ini dilaporkan tak ada WNI jadi korban dalam insiden ini. "Sejauh ini diperoleh informasi tak ada WNI yang jadi korban pada peristiwa tersebut," kata Duta Besar Indonesia di Mesir, Helmy Fauzi.

Katedral Koptik di Kairo's rusak dalam serangan bom Desember tahun lalu.

Kekerasan terhadap kaum Kristen Koptik telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir di Mesir, terutama sejak 2013, ketika militer menggulingkan presiden terpilih, Mohammad Morsi dan melancarkan tindakan keras terhadap kalangan Islam radikal.

Sejumlah kalangan pendukung Presiden terguling Mohammed Morsi, yang berasal dari Ikhwanul Muslimin, menuding kaum Kristen mendukung penggulingan tersebut.

Pada bulan Desember tahun lalu, 25 orang tewas akibat serangan bom yang meledak di sebuah katedral Koptik di Kairo saat misa kebaktian.

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS, bulan Februari lalu, mengancam akan melancarakan lagi serangan terhadap orang-orang Koptik, yang mencakup sekitar 10% dari penduduk Mesir.

Pada tanggal 1 April, sebuah ledakan di luar sebuah pusat pelatihan polisi di kota Tanta melukai 16 orang.cnb