1200 Pengguna Nuklir di Jatim Diawasi

SURABAYA (Realita)- Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) mengawasi 1.200 pengguna teknologi nuklir di Jatim. Dari 1.200 penggunaan teknologi nuklir ini terdapat di 452 instansi di Jatim. Yang terdiri dari 112 perusahaan dan Rumah Sakit (RS) sebanyak 339 titik.

"Untuk itu, kami perlu melakukan pengawasan ketat agar tidak terjadi penyalahgunaan teknologi nuklir tersebut," tegas  Deputi Bidang Perizinan dan Inspeksi Bapeten, Choirul Huda kepada wartawan di Hotel Bumi Surabaya, Kamis (20/4).

Menurut dia, sebanyak 1200 pengguna ini tersebar di sejumlah bidang. Mulai dari industri hingga kesehatan. "Jangan asumsikan bahwa nuklir adalah PLTN atau bom nuklir, namun di Indonesia sudah banyak teknologi-teknologinya. Untuk Jatim ada 1200 penggunaan teknologi nuklir yang perlu pengawasan," tukasnya.

Ia menjelaskan, beberapa pengguna teknologi nuklir ini meliputi, pabrik minyak, pabrik plastik, pabrik rokok, pabrik baja, rumah sakit dan lain-lain. Contoh dalam pabrik minyak, teknologi nuklir digunakan untuk mencari sumber minyak. Kemudian di dalam pabrik rokok, teknologi nuklir ini digunakan untuk mengukur kepadatan gabus filter di dalam sebatang rokok. Sehingga, tingkat kerapatan rongga tembakau menjadi terukur. Kemudian di Rumah Sakit, teknologi nuklir digunakan untuk kesehatan misalnya, rontgen, CT scan, membunuh sel-sel kanker, menemukan organ yang terinfeksi kanker dan lain-lain.

Oleh karena itu, Bapeten perlu melakukan pengawasan dan diatur perizinan. "Tahun 2016, 92 persen pengguna teknologi nuklir di Jatim sudah baik. Jumlah ini lebih baik dibanding skala nasional yang hanya 80 persen," katanya.

Banyaknya penggunaan teknologi nuklir ini, Bapeten meluncurkan aplikasi B@lis Inspeksi Online. Aplikasi dibangun dengan menggunakan perangkat lunak secara open source. Hal ini untuk memfasilitasi keterlibatan publik dalam proses pengawasan melalui sistem pengawasan yang terintegrasi.

Aplikasi ini sebagai media pelaporan kondisi keamanan, keselamatan fasilitas terkait keberadaan sumber radiasi pengion yang meliputi, perpindahan sumber radiasi, informasi terkini sumber radiasi, informasi pekerja radiasi, dan status keselamatan dan keamanan sumber radiasi.pras