2 Kubu DPC Partai Gerindra Kota Madiun, Rebutan Kursi Almarhum Sukoyo

MADIUN (Realita)-  DPC Partai Gerindra Kota Madiun dikabarkan pecah menjadi dua kubu. Informasi yang didapat, setelah Wakil Ketua DPRD Kota Madiun dari Fraksi Gerindra, Sukoyo meninggal dunia, kini terjadi polemic pengganti almarhum. Bahkan dua kubu tersebut memiliki pendirian masing-masing didalam menentukan pengganti Sukoyo. Hal inilah yang membuat rapat internal DPC untuk membahas Pergantian Antar Waktu (PAW) dan pengganti Wakil Ketua DPRD batal digelar.

“Masih tarik ulur dua kubu. Ya begitulah namanya politik,” kata salah satu sumber internal di DPC Partai Gerindra Kota Madiun yang enggan namanya disebutkan, Kamis (18/5/2017).

Sumber ini menjelaskan, kubu Sekertaris DPC, Handoko Budi Setyo menghendaki pengganti Sukoyo tidak harus dari peraih suara terbanyak kedua di Dapil Manguharjo (Suci Hari). Namun bisa saja dari Dapil lain. Sedangkan kubu Bendahara DPC, Suci Hari otomatis menghendaki dirinya menggantikan Sukoyo lantaran mendapatkan suara terbanyak di bawah Sukoyo.

“Ada dua kubu. Kubu sekertaris dan kubu bendahara,”ucapnya. Menanggapi hal itu, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Madiun, Bambang Wahyudi tak menampik jika saat ini masih ada tarik ulur didalam pengurus terkait pengganti Sukoyo. Sehingga rapat batal dilakukan. Ia pun meminta masing-masing kubu untuk memberikan referensi aturan, sebagai pijakan dirinya untuk melangkah.

“Masing-masing kubu saya minta untuk menyiapkan referensi aturan dasar-dasar hukum penetapan PAW sesuai Undang-Undang sebagai pijakan hukum. Baru setelah itu kita ambil keputusan. Saya yang didepan harus bijak, karena ini menyangkut hak orang lain. Yang penting prinsipnya harus sesuai aturan perundangan yang berlaku,”katanya.

Dia pun mengaku sudah melakukan koordinasi dengan beberapa pengurus DPC, agar segera mengambil kesimpulan. Sehingga kekosongan satu kursi di DPRD ini dapat segera terisi. “Sehingga nanti pada saat rapat sudah ada gambaran kesimpulan yang akan diambil,”tandasnya.

Pernah diberitakan sebelumnya, sesuai Tatib DPRD Kota Madiun nomor 1 tahun 2015, PAW anggota DPRD karena meninggal dunia dilakukan atas usulan pimpinan partai politik. Tidak ada batas waktu untuk pimpinan Partai politik  berkirim surat kepada DPRD terkait PAW ini. Sukoyo meninggal dunia beberapa waktu lalu akibat penyakit gangguan pencernaan yang dideritanya. Sehingga ia tidak bisa menyelesaikan tugas sebagai anggota dewan pada periode keduanya. paw