3 PSK dan 1 Mucikari di Eks Lokalisasi Moroseneng, Diciduk

SURABAYA (Realita) - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya yang dibantu Satpol PP Kota Surabaya menangkap sejumlah pelaku prostitusi di eks lokalisasi Moroseneng, Surabaya. Bahkan, salah seorang di antaranya sebagai tersangka.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Bina Gunawan Silitonga  mengatakan, jika penetapan tersangka terhadap seorang mucikari itu menindaklanjuti penggerebekan yang dilakukan polisi pada hari Minggu (14/5) lalu.
"Saat itu kami menangkap empat orang. Tiga orang di antaranya adalah pekerja seks komersial (PSK) dan seorang mucikari," terang Shinto. Selasa (16/5). Tiga orang PSK yang ditangkap dalam penggerebekan itu, hanya berstatus sebagai saksi. "Kami hanya menetapkan mucikarinya, berinisial Sun, sebagai tersangka," jelasnya.
Penggerebekan itu dilakukan di sebuah wisma dengan dua lantai, yang memiliki 12 kamar, terdiri dari tujuh kamar di lantai bawah dan lima kamar di lantai atas. Polisi mengendus wisma tersebut tetap beroperasi meskipun kompleks prostitusi lokalisasi Moroseneng sudah dilarang oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sejak tahun 2011.
Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 tersebut menjelaskan, berdasarkan keterangan para saksi maupun pengakuan tersangka, para pelaku prostitusi di wisma tersebut menjalankan prostitusi secara sembunyi-sembunyi.
Shinto menggambarkan, di bagian luar kawasan wisma memang terlihat kumuh. Namun ada sebuah pintu kecil sebagai akses masuk menuju wisma. "Hari ini kami pasang garis polisi di lokasi wisma untuk kepentingan pengembangan penyidikan," bebernya.
Hingga saat ini, pihaknya sedang memburu pemilik wisma berinisial SO, yang telah ditetapkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). "Dari keterangan para saksi maupun pengakuan tersangka, SO berperan sebagai pengelola tempat tersebut dan mendapat bagian sebesar Rp70 ribu dari tarif sebesar Rp 160 ribu sekali kencan," tandas Shinto.zain