Angka Pemasungan di Jatim Meningkat

SURABAYA (Realita) Penderita gangguan jiwa yang dipasung di Jawa Timur meningkat. Sampai pertengahan tahun 2016, jumlah penderita yang dipasung mencapai 712 orang. Angka itu naik dibandingkan tahun 2015 lalu yang hanya 602 penderita.”Jumlah penderita yang dipasung mencapai 712 orang,” kata Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur Yusmanu ketika dikonfirmasi.

Dia mengatakan, salah satu penyebab naiknya pemasungan itu karena sebagaian penderita cenderung agresif dan dianggap membahayakan.”Jadi ada sebagaian penderita masih dipasung setelah berobat. Keluarga enggan melepas pasungnya karena dianggap agresif dan membahayakan,” katanya lagi.

Dia mengatakan, sampai saat ini, ada sekitar 2099 penderita gangguan jiwa yang masuk dalam pencatatan E Pasung. Pendataan itu dilakukan agar para penderita gangguan jiwa bisa dipantau dan diobati sehingga bisa sembuh.”Kalau pendataan masih tetap dilakukan tetapi untuk input data e pasung akan dilanjutkan pada triwulan keempat mendatang,” tambahnya.

Menurutnya, untuk membebaskan kasus pasung bukan pekerjaan mudah diperlukan beberapa program dalam menanganinya seperti kerjasama lintas sektor, promosi kesehatan jiwa, deteksi dini gangguan jiwa, pengobatan pasien gangguan jiwa dan rahabilitasi kepada pasien gila. Selain itu yang terpeting adalah tindakan preventif yang dilakukan masyarakat.

''Jika masyarakat melakukan tindakan preventif dapat dipastikan pasien baru gangguan jiwa berkurang,'' katanya.pras