Anies-Sandi Jawab Soal Janji di Kampanye Pilgub

JAKARTA (Realita) - Pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno unggul di real count KPU. Bila hasil tersebut tidak ada perubahan hingga penetapan resmi, maka Jakarta akan memiliki Gubernur-Wagub baru pada Oktober 2017 nanti.
Namun, belum juga mereka masuk ke Balai Kota, masyarakat sudah penasaran dengan beberapa program yang akan dijalankan oleh Anies-Sandiaga selama lima tahun ke depan. Tak hanya itu, tak sedikit warga yang sudah mulai mengingatkan dan menagih janji mereka semasa kampanye.
Program rumah DP nol rupiah serta penutupan tempat hiburan Alexis menjadi yang paling ditunggu oleh publik. Selain itu, stadion sekelas Old Trafford milik tim Inggris Manchester United (MU) untuk tim Persija Jakarta juga sudah mulai ditagih oleh para Jakmania.
1. Penutupan Hotel Alexis 
Pada saat debat di putaran pertama, Anies Baswedan menyindir Ahok dan menyinggung Alexis. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mempertanyakan janji ketegasan Ahok soal pemberantasan prostitusi, termasuk di Alexis.
"Untuk urusan penggusuran tegas, tapi untuk urusan prostitusi, Alexis, lemah!" ujar Anies di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/1).
Usai menang di quick count, Anies-Sandiga langsung ditagih janji mereka untuk menutup Alexis. Anies berkomitmen menindak tempat prostitusi yang ada di Ibu Kota. Berpegang kepada peraturan daerah (perda), Anies berjanji akan menutup tempat-tempat yang melanggar peraturan.


"Ya, komitmen kita melaksanakan Perda. Jadi semua pelanggaran akan kita tindak dan Perda itulah yang akan menjadi pegangan," ujar Anies saat ditanyai soal komitmen menutup Hotel Alexis. Hal itu disampaikan di DPP Partai Perindo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/4).
"Pokoknya semua pelanggaran. Jadi bukan hanya satu. Kesannya cuma satu (Alexis). Nggaklah, semua yang melanggar. Jadi kesannya kita mau menarget satu tempat (Alexis). Nggak, semua pelanggaran," kata Anies.
Sementara Sandiaga mengatakan akan menunaikan semua janji yang pernah diucapkan. Namun, penutupan Alexis baru akan dilakukan setelah dia masuk sebagai wagub.
"(Penutupan Alexis) Itu pasti akan harus dilakukan. Kita nggak bisa melakukan apa-apa, sekarang kita belum punya perangkat. Biar kami sesuatu yang sudah terucap akan diukur dengan aksi nyata. Tapi enam bulan ke depan kita fokus rekonsiliasi dulu," kata Sandiga di Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (20/4/2017)

2. Stadion Sekelas Old Trafford untuk Persija
Pemilik Persija Jakarta, Gede Widiade, berharap Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru bisa memenuhi janjinya. Salah satunya penyediaan stadion olahraga bertaraf internasional. Bahkan Sandiaga menjanjikan stadion Persija akan sekelas Old Trafford. Persija saat ini berkandang di Stadion Patriot, Bekasi.
"Siapa pun pemenangnya saya ucapkan selamat. Semoga segera ada infrastruktur olahraga yang bisa menampung semua elemen, termasuk Persija. Benahi tempat (stadion) yang sudah ada juga tidak masalah," kata Gede .

"Persija, kan, tidak harus main di Solo atau Bekasi terus. Kalau seperti itu terus, kami resah akan nasib keamanan (suporter) dan biaya juga akan keluar lebih banyak dari seharusnya," sambungnya.
"Insya Allah (stadion) itu sudah jadi janji kami. Amira (anak kedua Sandiaga) yang ingetin tadi pagi, 'Pa jangan lupa janji di medsos'. Tapi yang saya ingat cuma satu bangun stadion. Amira suka banget sama sepak bola, waktu Euro kesana nonton final. Jadi salah satu janjiin," jawab Sandiaga untuk harapan Gede di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/4/2017).
Sandiaga mengatakan masih menunggu pelantikannya, usai masa pemerintahan gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berakhir untuk dapat merealisasikan hal tersebut.
"Pertama mesti disadari bahwa Ahok-Djarot masih jadi gubernur sampai Oktober. Tentunya sangat wajar bagi para netizen untuk menagih janji dan akan kami tunaikan," katanya.

Harapan warga DKI Jakarta untuk memiliki rumah sendiri di ibu kota semakin dekat untuk terealisasi. Sandiaga Uno saat ditemui di Jalan Kenanga No 50 A, Kelurahan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (14/4/2017) pekan lalu, menuturkan bahwa di tahun awal pihaknya bakal lebih dahulu membuat payung hukum program tersebut.
Payung hukum yang dimaksud adalah pembuatan Peraturan Daerah (Perda) agar program ini tidak bermasalah secara hukum di masa depan. Ia memprediksi, butuh waktu kurang lebih satu tahun untuk menyusun Perda ini bersama DPRD DKI Jakarta.
"Jadi target awal, karena kita enggak bisa masuk membangun secara masif, target awal kita di tahun pertama tentunya kita harus berbicara sama DPRD karena payung hukumnya harus ada dulu, yaitu Perda. Perda ini yang nanti akan memberikan ruang bagi kita menghadirkan program yang selama ini dirindukan rakyat, rumah dengan DP nol rupiah," kata Sandiaga.
Pembahasan dengan DPRD sangat diperlukan mengingat untuk menjalankan program ini, ada keterlibatan anggaran daerah untuk mendanai talangan uang muka Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sehingga warga DKI bisa menikmati DP Nol Rupiah seperti yang dijanjikan.
Bila program ini bisa dijalankan dengan konsisten, Sandi meyakini, Pemprov DKI bisa mengurangi permasalahan kepemilikan rumah hingga 80% dari jumlah kebutuhan rumah.
Dengan perhitungan kebutuhan kepemilikan hunian di DKI Jakarta mencapai 300.000, maka Program DP Nol Rupiah diharapkan bisa menyediakan hingga 240.000 hunian.
"Rumah dengan DP nol rupiah ini targetnya mengurangi backlog dari antrean untuk mendapatkan hunian murah ini yang jumlahnya lebih dari 300.000. Target kita bisa berkurang 80% selama 5 tahun," tandas dia.det/ibn