Awal Perdagangan Asia, Harga Minyak Jatuh

SINGAPURA (Realita) - Perdagangan harga minyak mentah dunia pada awal perdagangan di Asia melemah,  setelah data yang diterbitkan American Petroleum Institute (API) membuat terkejut para pelaku pasar. Menurut data dari API menampilkan stok minyak mentah berjangka AS bertambah 4,2 juta barel minyak mentah.

Dilansir Reuters, Kamis (29/12/2016) harga minyak mentah berjangka AS West Texas intermediate (WTI) kehilangan 31 sen atau 0,57% menjadi USD53,75 per barel pada pukul 01.04 GMT, setelah pada sesi sebelumnya sempat meningkat 16 sen ke level USD54.06 per barel. Sementara harga minyak mentah berjangka Brent juga melemah 13 sen atau setara dengan 0,23% menjadi USD56.09 per barel.
Pada sesi sebelumnya minyak Brent sempat bertahan dengan kenaikan 13 sen lebih tinggi di level USD56,22 per barel. Perdagangan pada tengah pekan hari ini masih rendah, ketika kebanyakan investor sudah libur panjang tahun baru. Para analis memperkirakan dalam beberapa pekan mendatang akan ada penurunan stok minyak AS mencapai 2,1 juta barel.
Sementara itu beberapa saham komoditas terlihat naik, di tengah-tengah penarikan persediaan bensin dan distillate. Menurut data APIN kilang minyak mentah yang berjalan turun sebesar 604,000 barel per hari. Ini menjadi sinyal potensial bahwa upaya pemotongan produksi minyak yang dilakukan OPEC mendapatkan dukungan.
Selanjutnya Komite OPEC dan produsen minyak dunia lainnya non-OPEC produsen akan terus memantau pembekuan produksi dalam upaya menjaga pasokan Internasional dengan menggelar pertemuan kembali di Wina pada 21-22 Januari, mendatang. Pernyataan ini disampaikan Menteri Energi Kuwait Essam Al-Marzouq kepada kantor berita KUNA.  krs