Belum Ada Laporan, Disperpar Tak Berani Ambil Tindakan

TUBAN (realita) - Petani di Tuban rupanya harus lebih bersabar lagi. Meski di lapangan distribusi pupuk bersubsidi makin kacau, Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Tuban belum berani mengambil tindakan. Dalihnya, belum ada laporan dari petani mengenai distribusi pupuk yang kacau tersebut.

" Saya belum mendapat laporan adanya kios-kios yang nakal itu. Jadi kami belum tahu sejauh apa tingkat kenakalannya," ujar Farid Achmadi, Kepala Disperpar Tuban, Kamis (14/1/2015).

Menurutnya, selama ini distribusi pupuk bersubsidi tidak banyak masalah. Pasalnya, sejauh ini tidak ada keluhan petani yang sampai ke mejanya. Farid juga belum bisa memberi komentar lebih jauh mengenai kios-kios ilegal yang konon makin banyak beroperasi dan membuat harga pupuk subsidi itu melambung jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

" Tolong kalau ada informasikan ke saya, kios ilegal itu di mana. Di desa apa tepatnya. Nanti saya sampaikan kepada distributor bersangkutan," tambah Farid.

Ia menambahkan, pembinaan dan penentuan kios pupuk bersubsidi menjadi tanggung jawab distributor. Disperpar hanya sebatas mengawasi dan memberi masukan. Dengan demikian, jika ditemukan kios-kios nakal, maka distributor-lah yang berwenang memberi sanksi. Sementara untuk kios ilegal wilayah hukumnya ada di Kepolisian.

Farid membantah jika pihaknya tidak peduli dengan carut-marut distribusi pupuk yang membuat petani kian tercekik. Ia mengatakan, keterbatasan tenaga lapangan di instansinya itu yang membuat pihaknya tidak bisa melakukan pengawasan secara maksimal.

" Banyak sekali pekerjaan yang harus kami tangani. Jadi mohon ma'af jika masalah distribusi pupuk belum bisa tercover," ujarnya. bek