Benarkah Sisha Lebih Baik dari Rokok ?

SURABAYA (Realita) - Dikatakan dapat menggantikan fungsi rokok, Sisha dikatakan lebih baik dan tak memiliki pengaruh buruk bagi kesehatan. Benarkah hal tersebut ? Berikut penelitian yang mengungkap kebenaran dampak bagi kesehatan dari kebiasaan menghisap Sisha.

Shisha berbentuk mirip tempat air yang tersambung dengan pipa dan digunakan dengan cara merokok. Di dalamnya, tembakau dengan rasa bervariasi dipanaskan hingga mengeluarkan asap. Asap kemudian dihirup seperti merokok melalui pipa. Jika Anda berpikir bahwa air akan menghilangkan efek beracun dari tembakau, Anda salah. Tembakau yang digunakan dalam shisha sama beracunnya dengan yang terdapat pada rokok.

Perokok shisha faktanya mengisap lebih banyak racun dibandingkan dengan perokok biasa. Asap shisha dipenuhi oleh zat beracun seperti karbon monoksida, karsinogen, besi, dan tar. Tingkat karbon monoksida pada asap shisha lebih banyak dibandingkan pada rokok, seperti dilansir oleh Health Me Up (15/01).

Asap shisha bisa menyebabkan kanker paru-paru, kanker mulut, penyakit jantung, dan penyakit lainnya. Jumlah nikotin yang ada dalam tubuh setelah merokok shisha juga sama dengan ketika merokok lainnya dan bisa menyebabkan ketergantungan terhadap tembakau.

Selain itu, asap shisha juga menyebabkan masalah lainnya, seperti ketika terkena asap dan panas dari shisha. Wanita hamil yang merokok shisha juga lebih berisiko melahirkan bayi yang lebih ringan bobotnya. Jika pipa shisha tak dibersihkan secara teratur juga bisa menyebabkan pemakainya tertular penyakit berbahaya. re