Berusaha Kabur, Duo Jambret Ditembak sampai Pincang

SURABAYA (Realita) - Kesigapan Unit Reskrim Polsek Wonokromo dalam menjaga wilayah hukumnya dari aksi para pelaku kejahatan membuahkan hasil. Buktinya, pada Sabtu (17/12/2016) dini hari, Unit Reskrim yang dikomandoi Ipda Ristianto itu berhasil meringkus dua pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) di Jalan A Yani, Wonokromo Surabaya.

Kedua pelaku itu adalah Malik Ibrahim (31) warga Jalan Bumiarjo gang Kelinci Surabaya dan Sandi Yudha (28) warga Perum Asri Blok A 10, Benowo Surabaya. Keduanya dibekuk polisi saat menjambret tas milik Ana Veronica (21), dengan cara menarik tas korban hingga terjatuh. Namun, korban yang terjatuh akhirnya berusaha bangkit dan mengejar pelaku yang melarikan diri ke arah Jalan Raya Darmo dengan teriak 'jambret'.

Nah, pada saat pelaku melintas di depan Kebun Binatang Surabaya (KBS), ternyata anggota Reskrim mengetahuinya. Tanpa basa-basi, kedua pelaku langsung dikejar dan akhirnya berhasil ditangkap. "Saat kejadian itu, anggota kami yang sedang melakukan kring serse di depan KBS mendengar teriakan korban. Seketika itu juga, anggota mengejarnya hingga pelaku berhasil di tangkap di Jalan Setail," kata Kompol Arisandi Kapolsek Wonokromo, Senin (19/12/2016).

Namun, lanjut Arisandi, saat akan dilakukan penangkapan itu kedua pelaku ternyata berusaha melarikan diri. Sehingga, anggota Reskrim terpaksa melakukan tindakan tegas dengan menembak ke arah kaki kedua pelaku. "Karena pelaku berusaha melarikan diri, anggota terpaksa menembak kaki kedua pelaku," jelasnya.

Sementara saat dihadapan polisi, tersangka Malik mengaku jika nekat menjambret itu lantaran terlilit hutang. Sebab, menjadi pengangguran selama setahun, membuatnya kelimpungan. "Hasilnya buat bayar hutang. Selebihnya untuk senang-senang," katanya.

Dan kini, Malik bersama Yudha hanya bisa menyesali perbuatannya. Dengan timah panas yang menembus kakinya, mereka juga harus merasakan dinginnya lantai penjara. Sementara untuk hukumannya, polisi menjeratnya dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.zain