Blokir Sejumlah Situs Islam yang Dianggap Radikal

JAKARTA (Realita) - Pemblokiran sejumlah situs Islam yang dianggap radikal dinilai sebagai bentuk kemunduran demokrasi. Banyak pihak yang menganggap tindakan Kemkominfo itu sebagai tindakan kalap menghadapi era teknologi informasi. 

Terlebih, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan Kemkominfo belum menjelaskan batas pengertian tentang apa yang dimaksud dengan konten radikal. 

Namun, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menegaskan pemblokiran ke-11 situs tersebut tidak ada kaitannya dengan agama. Pemblokiran situs itu murni karena dianggap menyebarkan konten hoax dan menebar kebencian. Menurutnya, semua situs yang menyalahi aturan akan diblokir. 

Kami hanya berfokus ke konten, bukan dari siapa atau untuk siapa, dalam hal ini agama tertentu, tidak seperti itu. Kalau kontennya menyalahi aturan, nanti pasti juga akan kena blokir,” ungkapnya, Selasa (10/1/2016). 

Ia membantah pemblokiran situs tersebut untuk menyudutkan satu agama saja. Ia mengatakan situs yang diblokirnya mengandung hal yang menyalahi regulasi atau undang-undang. “Situs yang diblokir ini menyalahi regulasi undang-undang, ada konten hate speech, konten yang membawa kebencian. 

Kalau ada hal-hal seperti ini pasti kami blokir. Jadi sekali lagi, bukan masalah agama atau kelompok mana,” pungkas RA menyudahi. Sebelumnya, Kemkominfo memblokir 11 situs radikal beberapa waktu lalu. Adapun situs yang diblokir tersebut adalah: 

1. voa-islam.com 2. nahimunkar.com 3. kiblat.net 4. bisyarah.com 5. dakwahtangerang.com 6. islampos.com 7. suaranews.com 8. izzamedia.com 9. gensyiah.com 10. muqawamah.com 11. abuzubair.net.ibn