Blokir Situs Islam Tanpa Kriteria yang Jelas JITU Temui DPR

JAKARTA (Realita) - Pengurus Jurnalis Islam Bersatu (JITU) bersama sejumlah perwakilan media Islam melakukan pertemuan dengan anggota DPR untuk menyampaikan aspirasinya terkait pemblokiran sejumlah situs Islam. 

Pertemuan tersebut disambut dan difasilitasi oleh anggota Komisi I DPR RI Dr. Sukamta di Gedung Nusantara I, Selasa (10/1). Sekretaris Jendral, Jurnalis Islam Bersatu (JITU), Muhammad Pizaro Novelan menyampaikan aspirasi sejumlah media Islam dan menyayangkan pemblokiran yang dilakukan Kemenkominfo secara sepihak tanpa kriteria yang jelas dan tanpa ada komunikasi terlebih dahulu. 

Padahal sesuai UU Pers, media kami berbadan hukum resmi. Kami sayangkan, karena kami tidak mendapatkan informasi terlebih dahulu, kami selaku praktisi media merasa kecewa, langkah yang diambil Kominfo tidak tepat dengan memblokir media-media Islam,” kata Muhamad Pizaro sebagaimana dilansir Islamic News Agency (INA). 

Pizaro menceritakan sebelumnya sudah bertemu dengan pihak Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan menyampaikan keluhannya. Namun, dalam pertemuan tersebut, ia mengaku tidak mendapat penjelasan yang transparan mengapa situsnya diblokir. 

Pada kenyataannya yang terjadi kami langsung diblokir, tidak ada komunikasi yang dilakukan oleh Kominfo, hal itu kami sampaikan kepada Kominfo akan tetapi kami tidak mendapatkan jawaban yang pasti,” jelasnya. 

Menanggapi aspirasi JITU tersebut, anggota Komisi I DPR Sukamta menilai pemerintah seharusnya menurunkan aturan yang jelas dalam bentuk peraturan pemerintah (PP) dan tidak bisa semena-mena memblokir media tanpa dasar hukum yang jelas. Dalam revisi UU ITE, menurut Sukamta yang dilakukan pemblokiran khususnya terkait transaksi elektronik, bukan untuk menyasar kepada media. 

Ada beberapa pasal tambahan, misalnya pasal 28 soal informasi dan transaksi elektronik, pasal ini memberi perintah terkait tindakan melalui alat elektronik yang merugikan orang lain dalam bentuk transaksi yang merugikan orang lain.ibn