Bupati HST Kalsel Bantah Berijazah Palsu

JAKARTA (Realita) “ Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Abdul Latif, membantah tudingan para pendemo yang menuduhnya memiliki tiga ijazah palsu, yakni sarjana hukum dan sarjana teknik untuk program strata satu (S-1), serta satu program pascasarjana; magister hukum. Ia mengatakan, ketiga ijazah itu didapatnya ketika kuliah di Jawa Timur.

“Aksi demo ini birahi kekuasaan oknum tertentu yang menginginkan jabatan. Saya tahu oknum itu, yang sayangnya sudah tidak diminati lagi oleh mayoritas masyarakat. Dia tokoh di Barabai (ibukota Hulu Sungai Tengah), yang seharusnya turut membangun dan bukan malah memecah belah lewat isu tidak jelas,” ujar Abdul Latif ketika menjawab Realita.co melalui sambungan telepon, Kamis (3/11).

Aksi unjuk rasa yang mengatasnamakan Forum Peduli Hukum Kalimatan digelar di Barabai yang berlangsung tadi pagi, berlangsung tertib dengan kawalan ketat aparat keamanan. Di sisi lain, ratusan pendukung dan simpatisan Abdul Latif juga berdatangan untuk berjaga-jaga apabila peserta aksi bertindak anarkis. Tetapi hingga aksi unjuk rasa selesai, situasi kondisi Barabai tetap aman dan terkendali.

Lebih lanjut Abdul Latif mengatakan, permasalahan ijazah yang dimilikinya itu hanya karena ada data yang berbeda akibat kesalahan ketik di Kopertis. “Seharusnya minta klarifikasi dulu ke Kopertis agar tahu duduk permasalahan sebenarnya. Bukan langsung demo seperti ini,” ujar Abdul Latif, yang baru saja dilantik sebagai bupati.

Ia menambahkan, gelar sarjana tekniknya didapat dari Institut Teknologi Pembangunan Surabaya dan sarjana hukum dari Universitas Abdurrahman Saleh Situbondo, Jawa Timur. “Sedang gelar pascasarjana yakni magister hukum dari Universitas Putra Bangsa Surabaya. Cek saja ke sana,” ujar Abdul Latif.

Menjawab pertanyaan, Abdul Latif mengaku memiliki bukti-bukti kuat terkait ijazah pascasarjana yang dimilikinya. Bahkan, ia jauh hari sudah meminta rektor dan rekan-rekan kuliahnya untuk memberikan keterangan terkait ijazahnya tersebut.

“Ini, sekali lagi, hanya birahi kekuasaan oknum tertentu saja. Karena syahwat politik itulah, kemudian menggunakan berbagai cara lewat isu-isu tidak jelas seperti ini,” ujar Abdul Latif yang baru saja dilantik sebagai bupati Hulu Sungai Tengah. Ia enggan menyebut nama oknum yang dimaksud. war