Cabuli 3 Gadis 8 Tahun, Anak 12 Tahun Didenda Rp 5 Juta

SURABAYA (Realita) - AR (12), sambil memeluk orang tuanya, hanya bisa menangis, saat hakim Ane Rusiana membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (12/1/2017).

Dalam amar putusan yang dibacakan di ruang sidang Anak, oleh hakim tunggal Ane Rusiana, AR terbukti telah mencabuli tiga anak yang usianya masih 8 tahun.

Sesuai Pasal 81 Ayat (1) Undang-undang No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo. UU No.11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

"Menjatuhkan pidana selama 8 bulan berupa tindakan kewajiban mengikuti pendidikan formal dan pelatihan di Dinsos Pemkot kampung anak negeri Surabaya," ucap hakim Ane saat membaca amar putusan.

Selain divonis 8 bulan, orang tua AR juga diminta membayar rehabilitasi korban senilai Rp 5 juta yang dibagi untuk tiga korban.

Mendengar putusan hakim, AR yang didampingi oleh ibu dan neneknya tidak kuasa menahan air mata. Ketiganya saling berpelukan menahan hari.

Sementara ketiga orang korban, merasa tidak puas, karena ganti rugi yang diajukan sebagai pengobatan psikologi senilai Rp 24 juta tidak dipenuhi oleh keluarga AR. Keluarga Ar hanya menjanjikan memberi ganti rugi sebesar Rp 5 juta.

"Ibu hakim, kami minta ibu untuk menjembatani ganti rugi pengobatan anak saya, sementara ini dari pihak keluarganya hanya memberikan Rp 5 juta,  sedangkan untuk pengobatannya sendiri sebanyak 48 kali," terang Winda, salah satu orang tua korban.

Dalam hal ini, hakim Anne Rusiana mengaku, dirinya hanya dapat memberikan putusan terkait masalah hukum. "Untuk ganti rugi silahkan dimusyawarahkan," ujarnya menutup sidang.

Bahkan Anne memberikan saran kepada keluarga korban agar menerima ganti rugi tersebut. "Ibu ambil saja ganti ruginya dulu sekarang, nanti baru yang lain diminta lagi kekurangannya," tambah Anne.

Namun seusai sidang, keluarga AR mengingkari ganti rugi sebesar Rp 5 juta yang dijanjikan diberikan seusai sidang, dan mengelak bahwa hakim memerintahkan diberikan 7 hari seusai sidang. "Kata Hakim tadi seminggu baru dikasih," ujar nenek  AR.

"Dia itu tahu rumah saya mas, tidak mungkin saya mengingkarinya, kalau dia itu penipu, gini aja kayak orang menagih hutang saja," pungkasnya sambil berlalu.

Sebelumnya, JPU Siksa Christina dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya, menuntut AR  1 tahun penjara. Untuk diketahui, AR yang diduga sering melihat film porno melalaui handpone milik keluarganya itu, mengajak korban ke rumahnya yang beralamat di Jl. Wonosari Surabaya. Korban  kemudian disuruh membuka semua bajunya dengan ancaman. Bunyi ancamanya,  kalau tidak mau menuruti kemauannya, korban tidak diajak berteman lagi. Selanjutnya AR mencabuli korban dengan disaksikan oleh teman-temannya yang lain.ys