Cafe Famous Digrebek, Temukan Miras Berbagai Jenis

MADIUN (Realita) - Petugas gabungan dari Satpol PP, Polri dan TNI mengelar razia Tempat Hiburan Malam (THM), Senin (21/11/2016). Sasaran razia kali ini difokuskan di cafe Famous yang berada di kompek ruko Presiden Plaza, tepatnya di sebelah utara Alun-alun Kota Madiun.

Kasi Penegakan dan Penindakan Satpol PP Kota Madiun, Agus Wuryanto mengatakan, dari hasil pengerebekan petugas menemukan puluhan botol miras jenis Vodka dan juga puluhan liter arak jowo (arjo). "Kita temukan lima botol arjo, satu jirigen berisi 15 liter arjo dan sembilan botol Vodka,"katanya usai razia, Senin (21/11/2016).

Saat razia, petugas juga menemukan lebih dari lima orang wanita pemandu lagu (PL). Namun, lanjut Agus, mereka semua memiliki identitas dan tidak ada yang di bawah umur. Agus menambahkan, razia ini sebagai tindak lanjut atas banyaknya laporan dari masyarakat terkait keberadaan miras ditempat tersebut. Selain itu, sebagai bentuk kesigapan petugas dalam memberantas peredaran miras di Kota Pecel.

"PL ada, cuma kita lihat KTP. Ternyata mereka di atas umur 20 tahun,"ujarnya.

Selanjutnya, pengelola cafe Famous yang diketahui bernama Rachmat Effendi warga Desa Klumutan, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun dan Atik Yulis Prastika warga Desa Simo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi akan dipanggil petugas untuk menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring).

"Kita lanjut ke tipiring. Karena melanggar Perda nomer 2 tahun 2012 tentang retribusi izin tempat penjualan minuman beralkohol,"tandasnya.

Pernah diberitakan sebelumnya, cafe Famous Karaoke diduga menyalahi perizinan. Selain diduga menyediakan minol tradisional jenis arjo, manajemen juga diduga menyediakan wanita pemandu lagu (PL) atau purel.

Penelusuran wartawan Realita.co, salah satu PL yang biasa bekerja ditempat tersebut mengatakan, setiap tamu biasanya memesan minuman jenis Arak, Bir dan Green Sand (ABG). Bahkan, tidak jarang mereka melakukan tindakan prostitusi di dalam room.

"Ya biasanya di sini tamu pesannya ABG. Biasalah namanya tamu, kita dipegang-pegang," kata salah satu PL yang enggan disebutkan namanya, Jumat (11/11/2016) lalu.

Padahal jelas, Perda Kota Madiun nomor 02 Tahun 2012 mengatur tentang retribusi izin tempat penjualan minuman beralkohol. Sehingga menimbulkan pertanyaan publik, apakah hal ini sengaja dibiarkan atau memang langkah penegak hukum yang kecolongan?

Kepala Satpol PP Kota Madiun, Sunardi Nurcahyo dikonfirmasi berjanji, dalam waktu dekat bakal gencar melakukan operasi, khususnya di THM.

Sementara, Koordinator LSM Wahana Komunikasi Rakyat (WKR) menilai, apa yang disuguhkan cafe Famous Karaoke merupakan hal yang tak patut. Ia mendesak kepada instansi terkait untuk segera menutup cafe yang diduga telah menyesatkan masyarakat itu. paw