Calon Perorangan, Misof Raup Suara Tertinggi di Jatim

MOJOKERTO (Realita) -Misnan Gatot - Rahma Shofiana WA (Misof) dinyatakan sebagai calon perorangan yang meraih suara terbanyak di Jawa Timur.

"Sepengetahuan saya, calon independen bupati dan wakil bupati Mojokerto Misnan-Shofi," ujar Ketua KPU Kabupaten Mojokerto, Ayuhanafiq

Kendati demikian, Misof kalah telak dengan calon inkumben MKP - Pungkasiadi. Apalagi pasangan ini nyaris tidak pernah terdengar melakukan kampanye terbuka selama tahapan masa kampanye berlangsung.

Dari rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perolehan suara Pilkada Kabupaten Mojokerto 2015 oleh KPU setempat, Misnan-Shofi meraih 109.428 suara atau 21,37 persen. Perolehan suara mereka tertinggal jauh dari pasangan calon inkumben Mustofa Kamal Pasa-Pungkasiadi yang mendapat 402.684 suara atau 78,63 persen. Mustofa-Pungkasiadi menyapu bersih kemenangan di 18 kecamatan yang ada di Mojokerto.

Perolehan suara signifikan bagi calon independen yang selama tahapan pilkada dan tidak dikenal publik Mojokerto, namun Misnan Gatot mengklaim, perolehan suara mencapai 21 persen berkat sosialisasinya selama ini. "Siapa bilang saya tidak kampanye, jangan dikira saya enggak kampanye, saya sering mengunjungi teman-teman sekolah saya dan teman-teman sesama Ansor," kata pria yang juga ketua Dewan Syuro PAC PKB Kecamatan Trawas.

Misof yang disebut-sebut sebagai calon boneka dari incumben, namun bukan berarti Misnan tak punya basis massa dan latar belakang politik. Misnan merupakan kader Nahdlatul Ulama (NU) dan pernah aktif di Gerakan Pemuda (GP) Ansor serta Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Begitu juga pasangannya, Shofi, yang merupakan kader Fatayat PCNU serta pernah jadi calon anggota legislatif DPRD Kabupaten Mojokerto dari PKB dalam Pemilu 2014.

Selain dukungan dari jaringan pendukung mereka, calon independen ini diduga menerima limpahan suara dari pendukung calon bupati dan wakil bupati Mojokerto yang dicoret KPU, Choirun Nisa-Arifudinsjah (Nisa-Syah). "Memang ada simpatisan atau tim relawan Nisa-Syah yang mengalihkan dukungan ke Misnan-Shofi karena sama-sama berlatar belakang NU," kata koordinator relawan Sabara, pendukung Nisa-Syah, Anton Fatkhurahman.

Tak sedikit pendukung Nisa-Syah yang antipati pada calon inkumben juga mengaku terpaksa memilih Misnan-Shofi. "Meski keluarga kami menerima uang dari tim sukses inkumben, tapi kami memilih Misnan-Shofi," kata salah satu warga pendukung Nisa-Syah. uje