Cegah Kejahatan Perbankan, Kejaksaan MoU dengan Bank Mandiri

JAKARTA (Realita)- Kejaksaan Agung lakukan nota kesepakatan atau memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Bank Mandiri Persero Tbk untuk mengantisipasi terjadinya kejahatan Perbankan.

"Ada beberapa hal kejahatan yang kerap muncul di perbankan, di antaranya kredit macet, pemalsuan dokumen dan cybercrime," ungkap Dirut PT Bank Mandiri Persero Tbk, Kartika Wirjoatmodjo, ketika memberi sambutan, Jakarta, Kamis (22/12/2016).

MoU yang di laksanakan di Gedung Utama ruang Sasana Pradana Kejaksaan Agung, jl Sultan Hasanudin, Jakarta Selatan, Berlaku selama 3 tahun.

Sementara, Jaksa Agung, HM Prasetyo mengungkapkan Kejaksaan dan Perbankan memiliki wilayah yang berbeda, dan Kejaksaan siap mengawal pembangunan. "Proyek strategis yang membutuhkan anggaran dari perbankan kejaksaan perlu mengawal," ungkapnya.

Selain itu, Kejaksaan juga dengan tegas akan menindak kejahatan perbankan yang kerap kali terjadi. " kredit macet terjadi karena memutar balikan fakta, Praktek menggunakan surat palsu dan Cybercrime bukan hanya terjadi di dalam negeri saja tetapi berpotensi lintas negara," ungkap HM Prasetyo. hrd