Curi HP, Dua Sahabat Babak Belur Dimassa

SURABAYA (Realita) - Mas Huda (24) warga Jalan Sidotopo Sekolahan IV dan Zaenal Abidin (22) warga Jalan Sidotopo Sekolahan XII Surabaya, dijebloskan sel tahanan Polsek Simokerto, setelah melakukan pencurian dua Hp merk I Cherry putih dan Advan Putih milik Joko Sri Handoko (47) warga Jalan Sidotopo Lor Surabaya.
Kasus pencurian bermula ketika kedua pelaku yang bersahabat ini keliling jalan kaki dari rumah Huda untuk mencari sasaran rumah atau tempat kos yang sedang kosong dengan pagar dan pintu terbuka. Setelah berkeliling, mereka melihat rumah Joko yang diketahui kosong karena pemiliknya pergi ke pasar.
Kedua pelaku pencurian beraksi dengan modus pura-pura mengunjungi rumah temannya. Huda bertugas sebagai pemetik dan Zaenal yang bertugas mengamati situasi. Begitu berhasil menggasak Hp, keduanya keluar rumah dengan santai. Pada saat bersamaan, korban pulang dan bertanya kepada pelaku. "Cari siapa mas?" Para pelaku langsung menjawab mencari rumah temannya sambil pamitan pergi.
Awalnya korban tak curiga dengan gerak-gerik para pelaku. Namun, begitu melihat Hpnya hilang, korban pun meneriaki keduanya. "Maling…maling…".
Kapolsek Simokerto Kompol M Harris didampingi Kanit Reskrim AKP Nadiar menjelaskan, mendengar teriakan korban, warga berdatangan dan mengepung sehingga kedua pelaku pencurian ini tak berkutik. Tanpa basa-basi, keduanya langsung dihajar massa.
"Beruntung saat itu ada anggota Reskrim kami yang sedang keliling di sekitar lokasi langsung datang mengamankan pelaku dari amuk warga. Selanjutnya, mereka kami bawa ke Mapolsek beserta barang bukti dua Hp milik korban," katanya, Senin (9/1/2017).
Sementara kepada penyidik Reskrim Polsek Simokerto, tersangka Huda mengaku nekat mencuri karena butuh uang untuk tambahan biaya hidupnya karena gajinya sebagai penjaga toko baju tak cukup untuk menghidupi anak istrinya. "Apalagi saya punya anak yang umurnya masih 2,5 tahun, jadi butuh uang banyak untuk beli susu," akunya.
Kini atas perbuatannya, kedua pelaku pencurian itu bakal dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman pidana 7 tahun penjara.zain