Curiga Pria, Tim Voli Wanita Filipina Protes Pemain Indonesia

SINGAPURA (Realita) - Ada yang unik di gelaran Sea Games Singapura di cabang bola voli wanita. Melawan Indonesia, Filipina melancarkan protes terhadap salah satu pemain yang diduga laku-laki karena fisik dan kemampuan bermainnya yang seperti pria.

Filipina meminta pengelola SEA Games untuk menjalakan tes kelamin buat pemain voli asal Indonesia, Aprilia Santini Manganang.

Tim Filipina curiga melihat fisik dan kekuatan Aprilia yang tidak seperti wanita. Tes kewanitaan ini diminta oleh pelatih voli Filipina, Roger Gorayeb.

Menurut Roger, fisiknya yang berdada bidang dan tegap tak menunjukkan dia seorang wanita, ditambah juga dengan tenaganya yang amat kuat, lain dari wanita biasanya.

"Dia amat kuat, seperti menaruh seorang laki-laki dalam tim wanita," ujar Roger, seperti dilansir dari surat kabar Straits Times, Rabu (10/6).

Roger mengatakan dia hanya ingin tahu kebenarannya. Dia tidak peduli apakah Aprilia ikut bermain atau tidak selama SEA Games tahun ini berlangsung di Singapura.

"Dia bermain atau tidak, itu tidak penting, kami tetap akan memberikan yang terbaik," seru Roger.

Sementara itu, masih belum diketahui apakah permintaan pelatih voli Filipina itu akan dikabulkan. Pasalnya, kasus serupa pernah terjadi dan memakan banyak waktu sehingga merugikan si atlet.

Contoh kasus serupa dialami oleh pelari asal Afrika Selatan Caster Semenya, dan pelari asal India Dutee Chand. Keduanya pernah melewati serangkaian tes 'kelamin' sebelum akhirnya dinyatakan 'benar-benar wanita' dan diperbolehkan untuk bertanding.

Aprilia Santini Manganang merupakan seorang pemain voli asal Indonesia berusia 23 tahun. Wanita yang lahir 27 April 1992 ini untuk kedua kalinya memperkuat tim voli Indonesia di ajang SEA Games. Dia sempat memperkuat klub Jakarta Electric PLN di Proliga. ret