Damkar Rp 28 M Milik Pemkot Madiun, Jarang Beroperasi

MADIUN (Realita) - “Wiu-wiu-wiu” suara sirine mobil Pemadan Kebakaran (Damkar) berbunyi. Sejumlah orang mengira telah terjadi kebakaran. Namun tidak, suara sirine tersebut ternyata hanyalah mobil Damkar Bronto Skylift yang sedang digunakan untuk latihan beberapa petugas Damkar maupun Satpol PP Kota Madiun di sekitaran GOR Wilis Kota Madiun, Jumat (11/8/2017).

Latihan ini digelar untuk menguji dan mengasah kemampuan petugas dalam mengoperasionalkan Damkar seharga Rp. 28 miliar itu, kalaupun sewaktu-waktu terjadi kebakaran besar. Menang selama dibeli oleh Pemkot Madiun tahun 2016 lalu, Damkar pabrikan Swedia tersebut sama sekali belum pernah digunakan untuk mengatasi bencana kebakaran. “Satu sisi untuk manasi mobil ini, agar mesinnya panas dan sewaktu-waktu digunakan tidak ada masalah,”kata Kepala Satpol PP, Kota Madiun, Sunardi Nurcahyono. 

Mantan Camat Manguharjo tersebut membenarkan, bahwa selama ini Damkar Bronto belum pernah dioperasionalkan untuk mengatasi kebakaran. Karena kebakaran yang terjadi di Kota Madiun masih berskala kecil. Sehingga cukup menggunakan mobil Damkar yang lebih kecil. “Kalau melihat kapasitas mobil kan besar. Sementara yang efektif yang kecil,”ujarnya.

Sunardi menerangkan, jika sebelumnya Damkar Bronto belum bisa dioperasionalkan dengan kendala dokumen-dokumen seperti STNK dan surat lainnya belum diserahkan kepada pihak Pemkot Madiun. Namun saat ini, semua dokumen telah diberikan oleh PT. Marani Ripah Globalindo selaku penyedia jasa. Sehingga tidak ada masalah lagi jika dioperasionalkan sewaktu-waktu.

“Alhamdulillah surat-suratnya sudah diserahkan ke kita,”tandasnya. paw