Dampingi Penderita Gangguan Jiwa, Jatim Gunakan E-Pasung

SURABAYA (Realita)-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menerapkan sistem E Pasung dengan mendata secara online penderita gangguan jiwa yang ada di 38 kabupaten/kota di Jatim. Program E pasung ini merupakan satu-satunya di Indonesia.

Terobosan program itu dilakukan untuk mewujudkan Jatim bebas pasung pada 2017 mendatang. "Jadi kita mendukung program Bapak Gubernur untuk mewujudkan Jatim bebas pasung pada 2017 mendatang," kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jatim Sukesi pada Senin (2/5).

Dia mengatakan, dengan diberlakukannya program E Pasung, nantinya penderita gangguan Jiwa di Jatim akan dicatat secara online. Mereka akan dipantau oleh tim relawan/pendamping yang berasal dari TKSK (tenaga kesejahteraan sosial kecamatan) sehingga bisa segera dibawa ke RSUD atau RSJ untuk diobati sampai penyakitnya sembuh, dan bisa kembali hidup bersosialisasi dengan masyarakat.

"Data mengenai penderita gangguan jiwa yang dipasung akan by name dan by adress bahkan by photo dengan akses terbatas sehingga kita bisa melakukan pemantauan dan mengetahui perkembangan penderita gangguan jiwa di Jatim. Jangan sampai mereka tidak mendapatkan pengobatan dan terus dipasung," tandasnya.

Sistem E Pasung sendiri dirasa membantu mempermudah menemukan penderita gangguan jiwa dan mengkomunikasikannya dengan Dinas Kesehatan. Mereka yang menderita gangguan jiwa bisa segera dikirim ke RSUD atau ke rumah sakit jiwa untuk diobati sampai sembuh. Data penderita gangguan jiwa selalu di update oleh pendamping pasung jiwa secara online yang bisa sewaktu waktu dilihat melalui wtpc.net/e-pasung dengan akses terbatas.

"Jadi mereka yang sudah didata langsung diobati di RSJ secara prioritas setelah itu akan ditampung di UPT Rehabilitasi sosial eks Psikotik yang dimiliki Pemprov Jatim di Kediri, Caruban, Pasuruan, dan Banyuwangi. Kalau keluarganya mau menerima maka akan dikembalikan. Kalau tidak ya terpaksa menjadi penghuni panti seumur hidup," paparnya.

Sekadar diketahui, jumlah penderita skizofrenia pasung  di Jatim sampai April 2016 mencapai 2110 penderita. Hingga saat ini yang masih di pasung sebanyak  728 orang. Sejak dicanangkan  Gubernur pada tanggal 20 juni 2014   Pemprov Jatim telah menyembuhkan 1.382 penderita gangguan jiwa yang dipasung dan mengembalikannya kepada keluarga.

"Jadi kita menerjunkan pendamping pasung sebanyak 110 orang yang menyisir dan memantau perkembangan penderita gangguan jiwa. Kalau mereka menemukan penderita gangguan jiwa bisa langsung di update dalam sistem E Pasung sehingga bisa dilakukan pendampingan dan pengobatan," pungkasnya.

Diakuinya, selama ini memang ada stigma negatif mengenai penderita gangguan jiwa. Sehingga, penderita cenderung diabaikan keluarganya dan tidak mendapatkan pengobatan. "Kita memang harus merubah stereotip itu. Jangan sampai penderita gangguan jiwa tidak mendapatkan pengobatan dan malah terus menerus dipasung oleh keluarganya," pungkasnya.pras