Demam Berburu Telolet Sudah Membahayakan Nyawa
BERITA TERKAIT

MOJOKERTO (Realita) - Suasana demam berburu suara klakson bus 'Telolet' mulai menjalar hingga di daerah. Tak terkecuali, di wilayah Kabupaten Mojokerto. Belasan bocah dan ABG nekat berdiri diatas median jalan, tepatnya di Jalan Raya Trowulan, Jum'at (23/12/2016).  Dengan cara memegang kertas putih bertuliskan 'Om Telolet Om', mereka tak henti-hentinya menyuarakan Om Telolet Om saat bus melintas.
Kendati sangat membahayakan bagi keselamatan para pemburu suara Telolet, namun bocah lugu itu tampak semangat dan bersabar menunggu datangnya bus yang melintas. Lucunya, bukan hanya bus saja yang ditunggu untuk diminta membunyikan Telolet, namun sejumlah truk gandeng serta truk tengki pertamina juga diminta untuk membunyikan klakson Telolet.
Pantauan Realita.co di jalur cepat Trowulan - Jombang, mereka sangat ceria dan jingkrak-jingkrak ketika sopir bus membunyikan klakson Telolet. Tanpa dikomando, para pemburu Telolet ini tampak menikmati. Hanya saja, keceriaan itu sangat membahayakan bocah yang mayoritas masih duduk dibangku SD, terlebih mereka berdiri di tengah median jalan. Apalagi seluruh kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi di dua jalur tersebut.
"Saya dan teman-teman disini ini berburu Telolet, dari jam 1 siang tadi , hingga jam 4 sore dapat Telolet sebanyak 4 kali. Caranya ya kita teriaki bus-bus yang melintas dengan ucapan Om Telolet Om, Om Telolet Om," kata Reza Maulana Ramadhan, siswa kelas 4 SDN, kepada Realita.co disela-sela menunggu bus melintas.
Reza mengaku, berburu Telolet ini hanya untuk mengisi waktu luang saat liburan. Bersama rekan-rekannya, Reza sudah dua hari berburu suara Telolet, sehari setelah Om Telolet Om jadi Viral disemua media sosial. "Jika sopir bus tidak membunyikan klakson Telolet, kita ya kecewa banget," cetusnya.
Pandangan yang sama juga terlihat di Jalan Raya Brangkal-Sooko, belasan pelajar SD serta mahasiswa kesehatan berburu Telolet. Namun, di jalur Nasional ini, mereka berdiri di tepi jalan, tidak memilih di tengah median jalan. Seperti yang diungkapkan, Rizki JM. Ia mengaku bergabung dengan adik-adik SD ini untuk berburu Telolet. Hanya dalam 2 jam, ia telah mendengarkan suara Telolet sebanyak 12 kali.
"Tentunya kita senang sekali, apalagi saat ini musimnya Om Telolet Om. Selain mendapatkan kepuasan tersendiri saat mendengar bunyi klakson Telolet. Kami juga abadikan dengan merekam setiap bus yang membunyikan Telolet Telolet," ujar dia.
Sementara itu, maraknya pemburu Telolet terutama bagi anak-anak ditepi jalan maupun di tengah median jalan. Mendapatkan atensi dari jajaran kepolisian. Terbukti, belum genap 2 jam berburu suara Telolet, para bocah itu harus gigit jari. Sebab, keberadaan mereka di tengah median jalan sangat membahayakan keselamatannya dan harus bubar.
Kapolsek Trowulan, Kompol Moh Sulkan yang mendatangi kerumunan bocah pemburu Telolet, menghimbau agar anak-anak pemburu Telolet tidak berdiri di tengah median jalan. Menurutnya, jalur cepat baik dari arah Surabaya maupun dari Jombang.
"Ya ini kan wajar mereka berburu Telolet karena lagi booming. Namun demikian, apa yang dilakukan adik-adik ini sangat membahayakan. Karena ini jalur nasional dan kendaraan sangat cepat," tegasnya.
Meski berburu Telolet dipinggir jalan raya, bagi Sulkan tetap membahayakan. Untuk itu, pihaknya menghimbau agar adik-adik tidak berburu Telolet di jalur cepat ini dan bisa mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. ujeck