Demi Istri Kedua, Sekretaris Gelapkan Uang Koperasi Blue Bird

SURABAYA (Realita) - Ulah Sandy Agustina Latjino sudah kelewat batas. Hanya karena ingin segera mempunyai istri dua, dia mengambil jalan instan, yakni melakukan kejahatan. Pria 44 ini memilih menggelapkan uang di tempat kerjanya di koperasi Taksi Blue Bird. Tak tanggung-tanggung, Sandy nekad menggelapkan uang hingga puluhan juta.
Peristiwa ini terjadi sejak Agustus 2016. Saat itu, Sandy ditanggih oleh calon istri keduanya, sebut saja Siti. Sandy yang belum punya uang untuk nikah, lantas kebingungan. Namun Sandy sudah kebelet nikah dengan Siti. Sandy kemudian putar otak agar pernikahan dengan Siti segera bisa dilaksanakan.
Atas hal tersebut, pria asal Kutisari Selatan ini lalu gelap mata. Sandy yang sebagai sekretaris di koperasi tersebut kemudian menggelapkan uang koperasi dari hasil penjualan produk di tempat kerjanya sebanyak Rp 14.165 juta.
Belum cukup dengan hasil yang pertama, Sandy kembali melakukan ulahnya. Yang kedua, Sandy membawa kabur uang santunan kematian milik anggota koperasi senilai Rp 54.950 juta. Setelah itu, Sandy langsung kabur dan menghilang, bahkan tidak pernah pulang ke rumahnya.
Pihak koperasi lantas mengetahui aksi yang dilakukan Sandy. Setelah dia tidak pernah masuk kerja, bahkan tidak pernah menyetorkan uang hasil penjualan. Dari situlah, pihak koperasi langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Tegalsari. "Kami langsung terjunkan anggota Reskrim untuk memburu pelaku," terang Kompol Noerijanto, Kapolsek Tegalsari didampingi Panit Reskrim Iptu Zainul Abidin, Jumat (14/4/2017).
Polisi yang melakukan penyelidikan, kemudian mendapat informasi jika Sandy bekerja sebagai driver taksi online di Surabaya. Sandy yang dinyatakan sebagai buron sejak Agustus 2016 lalu, jejaknya akhirnya diketahui polisi pada April 2017.
Korps seragam cokelat itu pun akhirnya berhasil menangkap Sandy setelah menyamar menjadi penumpang dan memesan taksi online. "Saat itu kami menjebak pelaku setelah sepakat untuk bertemu di wilayah Darmo Permai Surabaya. Di sanalah, dia kami amankan," beber Noerijanto.
Sandy kemudian langsung digelandang ke Mapolsek untuk diinterogasi. Kepada penyidik, Sandy pun mengakui perbuatannya tersebut. Dia bahkan juga menceritakan nekad menggelapkan uang puluhan juta milik koperasi di tempat kerjanya itu karena sedang membutuhkan uang dalam jumlah banyak.
Dirinya juga tak malu membeberkan jika uang puluhan juta tersebut rencananya bakal dibuat menikah dengan istri keduanya, yakni Siti, yang rencananya bakal digelar bulan Mei 2017. "Tujuan awal saya memang untuk biaya tambahan nikah dengan calon istri kedua. Dia minta resepsinya yang mewah. Sedangkan uang koperasi itu saya gelapkan dengan cara memanipulasi data keuangan," ungkap pria anak satu ini.zain