Dibanding Daerah Lain, Izin Cerai Guru di Gresik Minim

GRESIK (Realita) - Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menjelaskan bahwa pengaduan dan pengajuan izin cerai guru di Gresik sangat jarang. Hal ini disampaikan oleh Sambari ketika menerima kunker oleh Staf ahli bidang Pendidikan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Ruang Graita Eka Praja, Kamis (6/4).

Pernyataan Bupati ini terkait pertanyaan Staf ahli bidang Pendidikan Apkasi Himatul Hasanah yang membandingkan beberapa daerah lain di luar Gresik yang rata-rata ada 2 sampai 5 guru yang mengajukan izin cerai dalam setiap bulan. “Keadaan ini saya temukan ketika saya melakukan kunjungan kerja ke beberapa daerah” ujarnya.

Himatul Syarifah juga menyampaikan adanya kecenderungan beberapa daerah kabupaten yang mengaku kekurangan guru. “Sebetulnya dari data Kementerian Pendidikan jumlah perbandiungan guru dan murid di suatu daerah, yaitu satu banding lima belas. Hal ini lebih dari cukup karena ukuran ideal adalah satu banding 20. Namun beberapa daerah menyatakan kekurangan guru. Hal ini yang akan kami komunikasikan dengan pihak pusat” katanya.

Sementara di Gresik menurut Bupati Sambari, jumlah semua guru ada sekitar 16.000, sedangkan jumlah seluruh murid SD sampai SMTA di Gresik mencapai 189.000. “Jumlah guru di sini kami anggap cukup. Kami juga punya angan-angan bila guru-guru terbaik ini akan saya mutasikan ke sekolah yang baru berkembang, agar nantinya sekolah tersebut bisa lebih maju”, papar Sambari.

Bupati juga menyatakan bahwa sejak alih kelola sekolah SMTA ke Pemerintah Propinsi, maka pihaknya kesulitan menata pendidikan di tingkat SMTA ini. “Padahal yang lebih tahu keadaan daerahnya adalah Pemerintah Daerah setempat. Hal demikian menurut kami kurang optimal untuk kemajuan pendidikan” tandas Sambari.

Beberapa hal juga disampaikan bupati sebagai pembanding dengan pembangunan pendidikan kabupaten yang lain. Bupati saat itu didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Gresik, Mahin, Kepala BKD Gresik Nadhif, Asisten I, Indah Sofiana serta beberapa perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta beberapa perwakilan dari Dewan Pendidikan dan PGRI Gresik.  

Banyak hal yang disampaikan mulai dari prestasi, baik akademik atau non akademik. Berbagai capaian program serta anggaran Pendidikan, serta Pendidikan khusus untuk anak berkebutuhan khusus (ABK). dik