Diperta : Pupuk Masih Banyak

TUBAN(realita) - Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian (Diperta) Tuban, Suparno, menyatakan, ketersediaan pupuk masih sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan musim ini. Pernyataan ini disampaikan Suparno menanggapi informasi sulitnya petani mendapatkan pupuk beberapa hari terakhir.

" Masih banyak, masih cukup untuk kebutuhan musim ini. Jadi ya aneh kalau petani kesulitan dapat pupuk," kata Suparno, Jum'at (15/1/2015).

Suparno tidak menyebut pasti jumlah pupuk yang tersedia saat ini. Ia hanya mengatakan jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan petani yang diperkirakan mencapai 2.775 ton musim ini. Menurut Suparno, jika terjadi kelangkaan, mungkin karena luasan area tanam bertambah bertambah.

" Waktu musim hujan, luasan area tanam sudah pasti bertambah. Sementara alokasi pupuknya justru malah berkurang. Karena itu wajar kalau terjadi kelangkaan," ujarnya.

Suparno menambahkan, realisasi alokasi pupuk selalu hanya 63% dari total kebutuhan yang diajukan Diperta. Tahun ini, total alokasi disetujui 120.504 ton, terdiri dari urea sebanyak 48.328 ton, sp 36 12.134 ton, za 9.105 ton, npk 31.626 ton dan organik 19.311 ton.

Terkait dugaan penyimpangan distribusi pupuk, Suparno enggan berkomentar. Menurutnya, distribusi pupuk masuk wilayah kewenangan Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Tuban. " Diperta yang menyusun alokasi, menyusun RDKK-nya. Untuk distribusi itu Dinas Perekonomian (Disperpar) yang punya wewenang pengawasan," kilahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, petani di sejumlah tempat di Tuban mengeluh kesulitan mendapat pupuk. Mereka mengatakan, kios-kios resmi telah kehabisan pupuk, namun kios-kios tidak resmi ternyata pupuk masih banyak. Para petani pun terpaksa membeli pupuk dengan harga tinggi di kios-kios tidak resmi itu.

" Urea Rp 200 ribu. Malah ada yang beli Rp 215 ribu per zak (50 Kg). HET-nya kan cuma Rp 95 ribu per zak. Tapi mau nggak mau gimana, wong kita butuh. Gak ada pilihan lain sih," tutur Mochtar, petani warga Dusun Koro, Kecamatan Merakurak. bekerja