Disomasi PT. Katama, Begini Respon Direktur RSUD Moh. Anwar Sumenep!

SUMENEP (Realita) - PT. Katama Suryabumi secara resmi melayangkan somasi kepada Direktur RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis (10/8/2017) kemarin.
Somasi tersebut berkaitan dengan pelanggaran hak paten yang diduga dilakukan pelaksana proyek pembangunan gedung Sentral dan ICU di rumah sakit milik Pemkab Sumenep itu.
Pihak pelaksana diduga telah melanggar hak paten dengan cara menduplikat sebahagian atau keseluruhan pada pembangunan, yakni menggunakan pondasi Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL).
Untuk diketahui, KSLL merupakan model pondasi terbaru yang dikenal dangkal namun kokoh. Pasalnya, KSLL menggunakan rib-rib berbentuk segitiga yang diyakini kuat menahan gempa bumi dan pergerakan bumi lainnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, somasi oleh PT. Katama tidak hanya ditujukan pada Direktur Rumah Sakit, melainkan juga ditembuskan ke Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) rumah sakit serta Kelompok Kerja (Pokja) 12 ULP Kabupaten Sumenep.
Sayangnya, meski sudah terhitung dua hari surat tersebut dilayangkan, Direktur Rumah Sakit setempat malah mengaku belum tahu prihal somasi tersebut. Katanya, suratnya belum sampai di meja kerjanya.
"Wah, belum sampai meja saya tuh mas (Surat Somasi dari PT. Katama.red)," aku Direktur RSUD Moh. Anwar, Fitril Anwar saat dihubungi Realita.co via telepon, Sabtu (12/8/2017).
Saat dimintai tanggapan mengenai dugaan pelanggaran hak paten pada pondasi gedung yang kini sudah ditempati itu, Fitril lagi-lagi tidak tahu menahu terkait dengan riwayat pembangunan tersebut.
Bahkan dia menegaskan, sejak awal pembangunan, pihaknya memang tidak fokus pada persoalan kontruksi bangunan. Melainkan hanya sebagai pihak yang meminta spesifikasi bangunan sesuai dengan fungsi medis.
"Kok bisa ke saya ya, kan seperti yang pernah saya sampaikan, kami hanya meminta spek dari luas kamar serta spek yang berkaitan dengan medis, kalau pondasinya seperti apa kami tak tahu," tukasnya.bad