Divonis 5 Tahun, Pasutri Oknum Wartawan Menangis

SURABAYA (Realita) - Agustin Wahyuningsih dan Nurhadi langsung menangis usai mendengar vonis yang dijatuhkan majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (12/1/2017).

Kedua terdakwa yang merupakan pasangan suami istri siri itu, pernah bekerja sebagai wartawan di salah satu koran harian di Surabaya. Kini mereka terpaksa harus menjalani hidup rumah tangga di balik jeruji besi atas kasus kepemilikan narkoba yang menjeratnya.

Oleh majelis hakim yang diketuai Anne Rusiana, Agustin dijatuhi hukuman 4 tahun penjara, sementara Nurhadi dijatuhi hukuman 5 tahun penjara. "Mengadili, menyatakan kedua terdakwa (Agustin dan Nurhadi) bersalah. Menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara kepada Agustin dan 5 tahun kepada Nurhadi," kata hakim Anne membacakan amar putusannya.

Selain hukuman badan, kedua terdakwa juga dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 800 juta. "Jika tidak bisa membayar denda, maka kedua terdakwa wajib mengganti dengan hukuman kurungan selama 2 bulan," tegasnya.

Vonis yang dijatuhkan tersebut lebih ringan dari tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Didik Yudha Aribusono. Pada persidangan sebelumnya, jaksa yang bertugas di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak itu menuntut Agustin dengan hukuman 6 tahun, sementara Nurhadi dituntut 7 tahun penjara.

Beberapa pertimbangan membuat majelis hakim sepakat untuk mengurangi hukuman kedua terdakwa atas tuntutan jaksa Didik. Salah satunya yaitu kedua terdakwa dianggap masih memiliki tanggungan keluarga yang harus dihidupinya.

Menanggapi vonis tersebut, Fariji, kuasa hukum kedua terdakwa menilai vonis mejalis hakim telah memenuhi rasa keadilan. "Saya melihat vonis atas kedua klien saya sudah sangat minimal. Apalagi dalam amar juga dijelaskan bahwa kedua terdakwa merupakan tulang punggung bagi keluarganya," katanya usai sidang.

Kasus terjadi berawal saat anggota Polsek Tandes menangkap kedua terdakwa usai menggelar pesta narkoba jenis sabu-sabu bersama tiga orang lainnya (DPO). Saat digeledah, polisi berhasil menemukan sabu seberat satu gram. Atas perbuatannya, kedua terdakwa dijerat dengan pasal 112 ayat 1 jo 132 ayat 1 UU nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.ys