DPR Desak Bareskrim Jebloskan Henry Gunawan ke Penjara

JAKARTA (Realita)- Panitia Kerja (Panja) Pasar Turi Komisi III DPR meminta Bareskrim Mabes Polri segera menjebloskan owner PT Gala Bumi Perkasa, Henry J. Gunawan, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ke tahap penuntutan, karena kasus Pasar Turi sudah jelas masuk ranah pidana.

“Polda Jawa Timur sudah benar dalam menetapkan Henry J. Gunawan sebagai tersangka, karena kasus Pasar Turi ada unsur pidananya. Dengan demikian, Bareskrim Mabes Polri yang mengambil kasus tersebut bisa segera menyelesaikan (menyerahkan berkas ke tahap penuntutan),” ujar anggota Panja Pasar Turi Komisi III DPR, Irjen Pol. (Pur) Drs. Eddy Kusuma Wijaya, S.H., M.H., M.M., menjawab Realita.co di kawasan DPR, kemarin.

Mantan Kapoltabes Surabaya tersebut mengaku sudah mendapat informasi berdasar data-data serta lewat rapat dengar pendapat (RDP) yang mengindikasikan sangat kuat bahwa kasus Pasar Turi masuk ranah pidana. “Bareskrim harus segera menuntaskan kasus yang sudah bertahun-tahun dan menyengsarakan ribuan pedagang kecil ini. Apalagi, kasus tersebut sudah masuk DPR,” tandas Irjen Eddy Kusuma Wijaya.

Ia menambahkan, Panja Pasar Turi kembali mendapatkan data yang semakin menguatkan kasus tersebut masuk ranah pidana, yakni adanya ketidaksesuaian spek seperti dalam perjanjian antara PT Gala Bumi Perkasa dengan para pedagang. Di antaranya, listrik seharusnya 900 watt tetapi kenyataannya hanya 125 watt. Begitu juga dengan volume ruangan yang lebih kecil dari yang dijanjikan pengembang. “Ini saja sudah penipuan. Pidana,” tandasnya.

Dengan kondisi yang tidak sesuai tersebut, Irjen Eddy bisa memaklumi apabila para pedagang yang sudah membayar enggan menempati stand-stand di Pasar Turi. “Para pedagang tahulah bila mereka ditipu. Ya wajar juga bila mereka melaporkan penipuan tersebut ke polisi,” kata Irjen Eddy.

Tambahan data tersebut, menurut Eddy, makin menguatkan indikasi pidana yang terjadi dalam kasus Pasar Turi. Sebelumnya, Panja Pasar Turi mendapatkan data yang mengarah ke unsur pidana, seperti penyimpanan uang pedagang yang diperkirakan mencapai trilliunan rupiah dan hak-hak para pedagang yang sudah membayar yang belum diberikan, seperti sertifikat.

Hingga berita ini diturunkan, Realita.co belum bisa meminta konfirmasi ke Henry J. Gunawan. Tetapi sebelumnya, Henrydalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Panja Pasar Turi mengaku tidak bersalah dalam kasus Pasar Turi tersebut. Ia beralasan, para mantan direktur utama0lah yang bertanggung terhadap kasus tersebut.Bahkan, Henry ketika menjawab Realita.co seusai RDP tersebut juga mengaku sudah tidak menangani PT Gala Bumi Perkasa. Bahkan, ia mengaku sudah melepas saham-saham di perusahaan yang didirikannya tersebut. Tetapi di sisi lain, ia mengaku masih menyimpan uang para pedagang Pasar Turi di perbankan.

 Cuci tangan ala Henry ini yang kemudian memicu pihak-pihak terkait minta dipanggil Panja Pasar Turi Komisi III DPR agar bisa menjelaskan keterlibatan Hendri secara terang benderang. Mereka yang minta dipanggil yakni Totok Lusida dan Junaidi yang masing-masing perusahaannya ikut dalam KSO dengan PT Gala Bumi Perkasa.

Selain itu, mantan dirut PT Gala Bumi Perkasa, La Nyalla Matalitti, juga meminta agar Panja Pasar Turi Komisi III DPR turut memanggilnya agar bisa memberikan kesaksian. “Saya akan buka semua kebusukan Hendri,” janji La Nyalla kepada Realita.co ketika itu. Lebih lanjut Irjen Eddy mengatakan, Panja Pasar Turi sudah mengagendakan penegakan hukum terhadap kasus tersebut pada masa sidang hingga 24 Pebruari mendatang. “Bisa saja memanggil saksi-saksi yang lain, seperti Totok Lusida dan Junaidi. Tetapi mestinya, Totok dan Junaidi juga turut melaporkan apabila merasa dirugikan. Perusahaan mereka kan ikut kerja sama operasi (KSO),” ujar Irjen Eddy.

Menjawab Realita.co, Irjen Eddy menilai Bareskrim serius menangani kasus Pasar Turi tersebut melalui pemeriksaan-pemeriksaan tambahan terhadap saksi-saksi lainnya, seperti mantan walikota Surabaya, Bambang DH. “Informasi yang saya terima, Bareskrim sudah mengirimkan panggilan untuk Pak Bambang sebagai saksi,” ujarnya. Ia berharap, Bareskrim juga memanggil saksi-saksi terkait lainnya, seperti pengusaha-pengusaha yang melakukan KSO seperti Totok Lusida dan Junaidi, serta para mantan direktur utama PT Gala Bumi Perkasa.

Dengan demikian, kata Irjen Eddy, Bareskrim bisa menetapkan tersangkanya, apakah hanya Hendri yang sudah tersangka atau ada tersangka-tersangka lainnya. Ia menegaskan, Bareskrim bisa secepatnya menyelesaikan kasus tersebut dan melimpahkan berkas ke penuntutan karena kasus Pasar Turi tersebut sudah bertahun-tahun dan sangat merugikan para pedagang kecil. war