Dua Maling Mobil yang Ditangkap, Positif Narkoba

SURABAYA (Realita) - Polisi berhasil menumbangkan M Hoirul Abdul Aziz (33), warga asal Tunjung, Burneh, Bangkalan Madura. Ia adalah curanmor yang ditembak mati polisi saat adanya penyekatan di Jembatan Suramadu dari arah Surabaya - Madura. Di waktu bersamaan penyekatan tersebut, Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya juga berhasil mengamankan dua pelaku curanmor yang berbeda kelompok.

Pertama adalah Edi Sunaryo (42), warga Labeng, Bangkalan Madura. Dia diringkus saat hendak melarikan motor Scoopy N 6495 WC ke pulau Madura. Motor ini dicuri oleh Edi di daerah Wiyung. Karena melawan petugas, Edi akhirnya ditembak pada bagian kakinya.

"Dari hasil pemeriksaan, tersangka Edi merupakan residivis dalam kasus yang sama, yaitu curanmor. Untuk daerah operasinya, adalah di daerah Wiyung dan sekitarnya," ujar AKBP Shinto Silitonga, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, Kamis (22/12/2016).

Selain Edi, Unit Resmob juga mengamankan Sugianto (32) warga Jalan Tambakasri Gang 17, Surabaya. Dia juga ditembak kakinya setelah melawan petugas saat dihentikan. Dia saat itu sedang membawa motor Vario S 6397 H yang dicurinya dari daerah Bibis Tama, Tandes Surabaya. Motor ini diketahui hendak dibawa ke seorang penadah di Madura.

"Yang pasti, semua masih terus kita kembangkan. Kami akan mengorek keterangan dari dua tersangka untuk menangkap seluruh jaringannya. Selain terbukti mencuri motor, kedua tersangka (Edi dan Sugianto) ini ternyata terbukti positif narkoba setelah dilakukan tes urine," tandas perwira polisi asal Medan ini.zain