Dugaan Perselingkuhan Bupati Ahmad Yantenglie

JAKARTA (Realita) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo terkejut dengan kabar digerebeknya Bupati Katingan, Kalimantan Tengah, Ahmad Yantenglie bersama seorang istri dari seorang polisi di daerah tersebut. Tentunya, semua itu barulah pada sebatas dugaan perselingkuhan.

""Karenanya, Tjahjo meminta Kapolres setempat memproses hukumnya dengan tuntas dan tegas. Soal sanksi, lain soal. "Tunggu proses hukumnya dulu," ujar Tjahjo dilansir situs resmi Setkab.

Sementara Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Akmal M. Piliang mengatakan, pihaknya tetap memantau kasus Ahmad. Jika memang salah, ia memersiapkan sanksi.

Kita sudah laporkan ke pimpinan dengan kasus yang menimpa Bupati Katingan, tetapi kita merujuk pada aturan mainnya. Kita tunggu proses hukum berlaku. Lagipula informasi dari Pemprov Kalteng belum ada,” ujar dia.

"Merujuk pada undang-undang, Pak Ahmad akan diberhentikan kalau statusnya sudah terdakwa. Setelah berkas dilimpahkan ke pengadilan, baru dilakukan pemberhentian sementara."

Sebelumnya, dugaan perselingkuhan Bupati Ahmad Yantenglie dengan FY, terungkap saat Aipda SH tak menjumpai istrinya di rumah, di kawasan Kasongan Lama. Saat dicek di tempat kerja sekira pukul 02.00 WIB, SH juga tak mendapati istrinya di RS Mas Amsyar Kasongan.

Aipda SH lalu mencari FY ke tempat indekos istrinya. Beberapa hari sebelumnya, memang FY sempat berbicara akan mencari rumah indekos. Namun setibanya di indekos tersebut, SH langsung menghubungi Polsek setempat karena mendapati istrinya berselingkuh.

Setelah diperiksa di Polda Kalteng, Bupati Katingan dan FY ditetapkan sebagai tersangka perzinaan dengan pidana Pasal 284 KUHP. Namun, Ahmad tidak ditahan melainkan hanya dikenakan wajib lapor dua kali seminggu.ibn