Dump Truck Akhiri Hidup Pejuang Lingkungan Ini

TUBAN(realita) - Innalillahi wa inna ilaihi roji'un.....Eddy Thoyibi, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di ruang Gawat Darurat RSUD dr. R. Koesma, Tuban, Jum'at (11/12/2015), pukul 14.25.

Pria yang selama ini dikenal getol menyuarakan perlawanan teradap perusakan lingkungan itu mengalami luka sangat parah di bagian kepala akibat dihantam dump truck di Jalan Tuban - Semarang, titik TPI Bulu, Kecamatan Bancar.

Sejumlah saksi mata peristiwa na'as itu menuturkan, Eddy Thoyibi hari itu bersama para aktivis lingkungan dan pecinta alam hendak takziyah ke salah seorang anggota Mahipal Unirow yang meninggal akibat sakit, di Jatirogo. Namun belum sampai tujuan, motor yang dikendarai Eddy Thoyibi berpapasan dengan dump truck yang berjalan dengan kecepatan agak tinggi.

"Mas Eddy tadinya nyalip saya. Tiba-tiba ada dump truck dari arah barat (arah Semarang) dengan kecepatan tinggi. Mas Edy tidak sempat menghindar....." tutur Petrik, rekan sesama aktivis lingkungan yang ikut dalan konvoi takziyah itu.

Sejak awal Petrik sudah melihat keadaan Eddy Thoyibi sedikit kurang baik. Anggota International Union Speleologi (UIS) tersebut terlihat agak kurang sehat. Beberapa anggota pecinta alam yang ikut rombongan menyarankan agar Eddy tidak mengemudi motor sendiri. Tapi Eddy menolak, dan memilih mengendarai sendiri motornya memimpin rombongan aktivis lingkungan dan pecinta alam yang hendak berziarah.

Masih kata Petrik, Eddy segera dilarikan ke Puskesmas terdekat. Tapi karena luka yang sangat serius, Puskesmas di dekat TKP merujuknya segera ke RSUD dr. R. Koesma. Beberapa menit setelah tiba di RSUD, nyawa Eddy tak bisa diselamatkan. Kabar kematian pejuang lingkungan ini jelas mengejutkan banyak kalangan. Eddy Thoyyibi selama ini nyaris menjadi satu-satunya nara sumber bagi awak media untuk masalah lingkungan hidup.

" Dia sangat mumpuni. Tidak ada di Tuban orang yang kompetensinya tentang lingkungan hidup setara dengan Eddy Thoyibi," komentar Pipit Wibawanto, reporter MNC Mendia yang kini menjabat Ketua PWI Cabang Tuban.

Kompetensi Eddy Thoyibi di bidang lingkungan itu bahkan sempat menghantarkannya menjadi kandidat penerima penghargaan penyelamat lingkungan, bersama Ali Mansur, Ketua Kelompok Tani Pantai dan Direktur Mangrove Center Tuban. Sayang, keduanya gagal memperoleh penghargaan tersebut.

Kiprah Eddy Thoyibi tidak hanya di situ. Meski tidak pernah aktif sebagai anggota Parpol, ia sempat mencicipi panasnya persaingan Pilkada Bupati-Wakil Bupati Tuban 2011, berpasangan dengan dr. Bambang Lukmantono. Dalam perhelatan itu Eddy didaulat sebagai Calon Wakil Bupati dari dr. Bambang Lukmantono. Pasangan ini berangkat dari jalur independen.

Eddy Thoyibi juga tercatat pernah menjalani tuga sebagai Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaslukab) Tuban. Pria yang diketahui sukses meraih gelar sarjana S1 dari 4 Perguruan Tinggi sekaligus ini meninggalkan seorang istri dan seorang putri yang masih berusia 4 tahun.

Pihak Polsek Bancar membenarkan adanya peristiwa kecelakaan maut yang merenggut nyawa Eddy Thoyibi itu. Namun menurut Kapolsek Bancar, pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan itu. Kapolsek menyatakan, peristiwa itu murni kecelakaan. bek