Gagal Jambret Tas, Arek Menganti Dibekuk

SURABAYA (Realita) - Rohmadi alias Gembor (21), warga Dusun Gempol RT 7, RW 2 Gempol Kurung, Menganti, Gresik tak dapat berkutik lagi saat ditangkap Unit Reskrim Polsek Sukomanunggal. Rohmadi ditangkap petugas usai gagal menjambret tas milik Rosidah Ulfa (20), warga Jalan Kedung Pengkol 5, Surabaya saat korban ada di Jalan HR Muhammad, tepatnya di depan Aparteman Baverly Surabaya.

Kapolsek Sukomanunggal Kompol Suroso membenarkan jika polisi dari Polsek Sukomanunggal usai menangkap salah satu pelaku jambret. Rohmadi ditangkap usai sepeda motor yang dipakainya menambrak mobil saat akan melarikan diri. "Pelaku ini merupakan pemetik tas korban. Sedangkan pelaku lain yang menjadi joki berhasil melarikan diri saat akan dilakukan penangkapan," katanya, Selasa (20/12/2016).

Suroso mengatakan, dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa tas coklat milik korban yang berisikan satu buah Hp. Tak hanya itu, sepeda motor milik pelaku juga berhasil diamankan. "Pada saat itu korban berhenti. Kemudian pelaku langsung menarik tas milik korban dan mencoba melarikan diri dan akhirnya tertabrak mobil yang ada di depannya," ungkap perwira polisi dengan satu melati dipundaknya ini.

Peristiwa ini sendiri terjadi pada Selasa (20/12/2016) sekitar pukul 14.30 Wib. Ceritanya, saat itu korban yang usai pulang kuliah melewati Jalan HR Muhammad. Nah, setibanya di depan Aparteman Baverly, korban menghentikan laju kendaraannya.

Tak lama berselang, dua orang yang tak dikenal sudah membuntuti korban dari jauh itu lantas memepet korban. Kemudian, dengan cepat pelaku lantas menarik tas korban. Korban yang mengetahui pun langsung berteriak jambret.

Beruntung, anggota Reskrim dari Polsek Sukomangunggal yang tengah berpatroli mendengar teriakan korban. Sehingga, anggota pun segera mengejar pelaku. Nah, saat dikejar itu, sepeda motor pelaku ternyata menambrak mobil yang ada didepannya, yang kemudian membuat kedua pelaku pun terjatuh.

"Saat itu juga anggota kami berhasil menangkap salah satu pelaku. Sedangkan satu pelaku lainnya berhasil melarikan diri," jelas Kompol Suroso. Atas perbuatannya ini, pelaku bakal dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang tindak pidana kekerasan, yang ancaman hukumannya minimal 7 tahun penjara.zain