Hari Kartini, Perawat RSUD Ikuti Lomba Rias Wajah tanpa Cermin

MOJOKERTO (Realita) - Momentum Hari Kartini diperingati para perawat RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, Jum'at (21/7/2017). Mereka mengikuti lomba rias wajah tanpa cermin, hal itu dilakukan agar para perawat tetap cantik dan sehat saat memberikan pelayanan medis kepada pasien.
Kendati tak dilengkapi kaca cermin, para peserta tampak piawai dalam merias wajahnya. Dengan perlengkapan alat kecantikan, para perawat ini merias diri dengan diawasi juri. Meski sudah menjadi rutinitas ketika hendak berangkat dinas, riasan para perawat ini ada yang terlihat belepotan, seperti saat merias alis mata serta memakai lipstik.
"Acara lomba merias tanpa cermin ini kita adakan dalam rangka memperingati hari Kartini. Selain lomba merias wajah, meraka juga mengikuti perlombaan menyajikan makanan non beras. Untuk pesertanya dari perwakilan unit (poli) yang ada," ungkap Tri Wahyuningsih, Kepala Bidang Keperawatan RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo kepada wartawan, disela-sela perlombaan rias wajah berlangsung.
Menurut Wahyuningsih, perlombaan dengan tema Di Era Modern Perempuan Harus Cantik Sehat dan Cerdas memiliki makna semangat Kartini untuk berjuang dan memberikan arti dalam pembangunan Indonesia. Kaum hawa harus bisa tampil walaupun dalam situasi dan kondisi apapun.
"Perempuan harus bisa merias wajah meskipun yang bagus adalah Inner Beauty atau aura dari dalam. Aura di dalam hati ditambah kecantikan dari luar diharapkan bisa memberikan pelayanan dengan hati. Yang dinilai yakni keserasian antara riasan dengan busana yang dikenakan," tutur perempuan yang mengenakan hijab abu-abu ini.
Ditambahkan, usai merias wajah tanpa cermin, para perawat juga lenggak lenggok mengikuti fashion show dan dilanjutkan lomba menyajikan makanan non beras dengan maksimal Rp25 ribu.
Pantauan Realita.co, perwakilan panitia juga menemui pasien di ruang kandungan dengan tujuan memberikan semangat  dengan cara menguatkan perempuan karena akan melahirkan generasi penerus bangsa. Tak lama setelah berinteraksi, panitia juga memberikan bunga dan ucapan hari Kartini.
Susilowati (44) pasien yang mendapat kunjungan dari Kabid Keperawatan ini mengaku, kaget dan terharu, apalagi ada pemberian bunga. "Usia kandungan saya baru enam bulan tapi karena ada masalah dengan usus jadi kembung. Dengan kunjungan dan semangat yang diberikan jadi sedikit tenang," ujarnya.
Pasien kandungan yang tinggal di Suromulang Barat, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto ini mengaku, pemberian bunga mawar akan disimpan untuk dijadikan kenang-kenang. Dirinya tidak menyangka akan akan didatangi Kabid Keperawatan, ia pun berharap dan berdo'a anak ketiganya lahir dengan selamat serta lancar. ujeck