Hobi Begal, Arek Dupak Tersungkur Didor Polisi

SURABAYA (Realita) - Pengendara motor yang biasa melintas di Jalan Tidar, Demak dan Kalibutuh saat ini mungkin bisa sedikit bernafas lega. Sebab, satu dari kelompok begal motor bersajam, berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Bubutan. Bahkan untuk mengakhiri pelarian pelaku ini, polisi terpaksa menembak kaki kiri pelaku.

Begal sadis yang setiap kali beraksi selalu membacok korbannya tersebut bernama Ainul Yakin (21), warga Dupak Timur gang 4, nomor 36, Surabaya. Ainul Yakin dan kelompoknya memang menjadi penjahat paling diburu oleh Unit Reskrim Polsek Bubutan. Bahkan tidak mudah untuk mengendus keberadaan pelaku ini.

Betapa tidak. Kelompok ini diburu sejak laporan kejadian pembacokan pemilik motor Yamaha Vixion nopol L 6551 YO di Jalan Kalibutuh menuju perempatan Jalan Tembok Dukuh Surabaya (perempatan Kranggan). Peristiwa itu terjadi pada Senin (17/10/2016) lalu. Kendati motor korban tidak berhasil dirampas. Namun korban terluka pada paha kanan dan punggung akibat bacokan para pelaku.

"Sejak ada laporan tersebut, kami terus memburu para pelakunya. Berdasarkan petunjuk di TKP dan keterangan dari korban. Kami akhirnya berhasil menangkap salah satu pelakunya," sebut Kapolsek Bubutan AKP Dies Ferra, Jumat (9/12/2016).

Pelaku yang dimaksud adalah Ainul Yakin. Dia ditangkap di PGS saat duduk santai disana, Kamis (8/12/2016) dini hari kemarin. Tidak mudah untuk menangkap pemuda pengangguran ini. Sebab saat mengetahui kedatangan polisi, pemuda ini langsung kabur.

Beruntung saat itu suasana di sekitar PGS sangat sepi. Kendati sempat kejar kejaran, Ainul Yakin akhirnya tumbang. Dia menyerah setelah betis kaki kirinya ditembus timah panas dan mengeluarkan darah segar. "Kami terpaksa menembaknya. Karena saat hendak kami tangkap, pelaku mencoba kabur," beber AKP Dies Ferra.

Perwira Polisi asli Surabaya ini menambahkan, dari pengakuan tersangka, sudah 4 kali beraksi. Baik di Jalan Kalibutuh, Jalan Demak maupun Jalan Tidar. Sedangkan TKP yang terakhir (perempatan Kranggan), kelompok ini gagal. "Kelompok pelaku masih kami buru," imbuhya.

Sementara itu, Ainul Yakin mengaku, kelompoknya berjumlah 8 orang. Namun belum tentu beraksi bersama sama. Modusnya, mereka menyasar pengendara motor yang melintas sendirian. Setelah itu, mereka memepetnya. Tanpa banyak kata, mereka memukuli korban. "Saya ikut memukuli. Tapi yang bacok korban, dua teman saya," akunya di Mapolsek Bubutan.

Sementara setiap berhasil merampas motor, kelompok ini menjualnya ke seorang penadah di Surabaya. Untuk hasilnya, selalu dibagi rata. "Selain untuk makan sehari hari, uangnya saya buat pesta miras dan mabuk di cafe cafe," kata Ainul Yakin. Dia mengatakan, sebelum beraksi, mereka biasanya minum miras (minuman keras) terlebih dahulu.

Terpisah, Dwi Bagus Saputra (19) warga Jalan Tambak Dalam, Surabaya saat di Mapolsek Bubutan menuturkan, jika dirinya ingat betul kalau Ainul Yakin dan teman temannya yang memukulinya dan membacoknya. Beruntung saat itu kepalanya terlindungi oleh helm. Sehingga bacokan para pelaku hanya membuat helmnya tersayat.

"Saat itu saya mau ke Bungurasih ketemu teman saya. Tapi tiba-tiba saya dipepet 4 motor semua berboncengan. Tanpa sebab yang jelas, saya ditendang, dipukuli kemudian dibacok. Saya trauma keluar malam hingga dini hari sampai sekarang, takut mas," tuturnya.zain