Ijazah Perguruan Tingi Tak Lagi Dilegalisir

JAKARTA (Realita) - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir menegaskan bahwa ke depan ijazah tak perlu lagi dilegalisir. Nasir mengatakan pihaknya hanya akan mewajibkan setiap perguruan tinggi untuk mengikuti program Penomoran Ijazah Nasional (PIN). 

Ke depan, tak perlu ada lagi adanya legalisir ijazah lulusan perguruan tinggi Indonesia,” ujarnya saat Grand Opening RS Universitas Sumatera Utara, Senin (9/1). 

Dijelaskannya, jika pihak industri ingin tahu lulusan yang akan diterimanya, hanya tinggal melakukan pengecekan melalui Sistem Verifikasi Ijazah Online/Elektronik (SIVIL). Dengan demikian, kata Nasir permasalahan-permasalahan ijazah palsu akan bisa dieliminir lebih awal. 

Dunia industri menerima lulusan yang memang sesuai dan diinginkan. Namun tidak ditampik adanya praktek jual beli ijazah, jika ketahuan pihaknya akan langsung menutup perguruan tinggi tersebut,” tegasnya. 

Pada 2017 ini, Kemenristek juga memberlakukan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-DIKTI), terkait perubahan Kopertis menjadi LL-DIKTI untuk wilayah Kopertis I memang lebih mudah, dibandingkan Kopertis yang membawahi sekitar enam provinsi dibawahnya. Nasir menjelaskan pada 2016, dari 23 perguruan tinggi yang berakreditasi A, 9 di antaranya merupakan PTS, artinya menurut Nasir, ini menjadi lecutan bagi PTS lain untuk berakreditasi lebih baik.

Publikasi ilmiah menurut Nasir di PTS harus ditingkatkan karena itu ikut membantu penelitian di Tanah Air,” sebutnya. Nasir juga menyampaikan rata-rata masalah di PTS terutama untuk politeknik atau akademi adalah keterbatasan dosen. Pihaknya akan berkolaborasi dengan industri untuk mengatasi permasalahan itu.k/ibn