Imlek, Barongsai Banjir Order

SIDOARJO ( Realita ) Menjelang Tahun Baru Imlek 2565, perajin kesenian barongsai di Sidoarjo kebanjiran order. Warga Perumahan Pondok Jati Sidoarjo, Nugroho (52) ini pun kewalahan karena pesanan berdatangan dari luar kota. Nugroho mengaku awal usahanya berdiri lantaran menyukai kesenian barongsai sejak kecil. Selain itu dirinya pernah membeli perangkat kesenian barongsai dari negeri tirai bambu seharga Rp 50 juta.

Setiap hari Nugroho melihat dan meneliti perangkat kesenian barongsai itu hingga muncul ide membuat dan mulai belajar memproduksi kerajinan perangkat kesenian Barongsai tersebut. Nugroho menceritakan pembuatan barongsai ini sangat rumit dan perlu kesabaran dan ketelatenan.

"Bahan bakunya yang ramah lingkungan di sekitar kita yakni, bambu sebagai kerangka kemudian kertas sebagai penutup serta diwarnai dengan cat, warna yang paling menonjol merah dan kuning, cuma aksesoris bulunya ini yang masih mendatangkan dari Cina karena di Indonesia belum ada," kata Nugroho kepada Realita,Rabu (18/2).

Untuk memenuhi pesanannya, Nugroho melibatkan 20 orang untuk membantu. Mereka terdiri dari atlet kesenian barongsai atau pekerja lainnya dari berbagai lintas agama. "Pekerjanya ada dari atlet kesenian barongsai. Bahkan dia pernah meraih juara harapan Kejuaraan Barongsai tingkat nasional di Semarang tahun 2013," tambahnya.

Nugroho menjelaskan sebagai perajin dan pembina atlet kesenian barongsai harus sabar. Sebab para atlet ini rata-rata ekonominya menengah ke bawah. Mulai dari anak pelajar SD hingga SMA. "Tujuan kami ini adalah membantu secara sosial bukan komersial," jelasnya. Sementara hingga kini, dia mematok harga tiap unit mulai Rp 1,5 hingga Rp 2 juta.dec