Ingin Beli Baju, Romli Jambret HP

SURABAYA (Realita) - Hanya karena ingin membeli baju baru untuk dipakai di acara tahun baru 2017, Romli (19) warga Kebon Dalem VI/26, Surabaya nekat menjambret HP Samsung S7 milik seorang perempuan di jalan Hang Tuah depan sekolah Pelayaran. Namun, saat menjambret itu, Romli ternyata apes. Sebab, saat berusaha melarikan diri, ia terjatuh dari motor dan akhirnya dimassa.

Akibatnya, dia pun harus mendapat puluhan bogem mentah oleh warga hingga babak belur. Peristiwa ini sendiri terjadi pada Minggu (18/12/2016) kemarin. Dalam melakukan aksinya, Romli tidaklah sendirian, melainkan dengan satu orang rekannya bernama Andre, yang berhasil kabur menggunakan sepeda motor. Sedangkan, pelaku Romli ini yang saat itu terjatuh dari motor usai memetik tas milik korban, akhirnya dihajar massa sebelum sempat diamankan oleh opsnal Reskrim Polsek Semampir Surabaya.

Kapolsek Semampir Kompol I ketut Madia menjelaskan, jika pihaknya melakukan pengamanan terhadap tersangka yang menjadi bulan-bulanan warga. Tersangka ini dikejar oleh korban dan diteriaki maling. Nah, pada saat itu warga yang mendengar juga ikut mengejar pelaku hingga pelaku hilang kendali dan salah satunya terjatuh dari motor.

"Dari sanalah, pelaku pun menjadi sasaran amuk warga. Namun, beruntung pada saat itu anggota sedang melakukan kring serse, dan akhirnya pelaku pun berhasil diamanakan," ujarnya, Selasa (20/12/2016).

Mantan Kapolsek Bubutan ini juga mengatakan, bahwa dalam melakukan aksinya, para pelaku ini diketahui tidak segan-segan untuk melukai korbannya. "Sebab, dari tangan tersangka Romli, kami amankan sebilah pisau penghabisan yang selalu dipakai dalam aksinya. Selain itu, rekan Romli yang berinisial A sudah kami dapatkan identitasnya. Dan hingga saat ini, masih dalam proses pengejaran. Kami juga upayakan sebelum tahun baru pelaku sudah dapat ditangkap," ungkapnya.

Sementara itu, dari pengakuan tersangka Romli dirinya mengaku baru dua kali melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan tersebut. "Baru dua kali ini. Yang pertama di jalan Sasak, kedua di Hang Tuah. Saya juga diajak sama dia (Andre, Dpo). Sebelum ketangkep ini, saya sama dia dapat Hp Evercross dan saya jual laku Rp 400 ribu," katanya kepada polisi.

Kini pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan itu terpaksa mendekam di tahanan Polsek Semampir Surabaya. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka akan dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.zain