Ingin Lebih Diterima, Kepolisian Indonesia Berbenah

JAKARTA (Realita) - Kejadian serangan di MH Thamrin seakan memberi ide tersendiri bagi kepolisian Indonesia untuk tampil lebih segar agar mudah diterima masyarakat. Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkap, anggotanya kini tampil dengan mengukuhkan diri sebagai polisi masa kini.

Mereka tampil elegan, tidak dengan seragam cokelat dan topi lebar, tapi menggunakan seragam polo warna biru dongker dengan bendera merah putih di lengan kanan dan tulisan Polisi di bagian belakang. Di bagian depan, tepatnya di dada sebelah kanan, tercantum tulisan Turn Back Crime.

Wajah polisi masa kini semakin menjadi buah bibir di masyarakat setelah aksi baku tembak dan keberhasilan polisi melumpuhkan teroris di depan Gedung Sarinah, Jalan Thamrin, beberapa waktu lalu.

Dalam drama yang berlangsung empat jam itu, aksi polisi berseragam biru bertuliskan Turn Back Crime mewarnai layar kaca dan ranah jejaring sosial. Seragam yang digunakan merupakan bagian dari program dan kampanye polisi-polisi dunia atau Interpol (International Criminal Police Organization).

Secara harafiah bertujuan menggugah kesadaran warga untuk bersama polisi melawan kejahatan di sekeliling mereka. Seperti disuarakan Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti melalui akun twitternya. "Ayo kita lawan balik kejahatan #Turnbackcrime_id," tulis Krishna melalui akun twitter resminya @krishna_bd beberapa waktu lalu.

Interpol menyadari semakin banyak kejahatan yang harus dilawan. Berangkat dari kondisi itu, kampanye Turn Back Crime semakin gencar dilakukan di seluruh negara. Tidak heran jika kampanye itu terbawa ke Indonesia. Turn Back Crime sudah didengungkan sejak 2014.

Jaringan kepolisian sedunia menggugah kesadaran masyarakat untuk melawan kejahatan. Komitmen itu dipertegas dalam sidang umum INTERPOL ke-83 yang mengusung tema 'Turn Back Crime: 100 years of international police cooperation' di Monaco, 3-7 November 2014. "Dengan bekerja sama, kita dapat memukul langsung pelaku kejahatan dan mengurangi dampaknya," bunyi pernyataan Interpol.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti hadir dalam sidang tersebut. Namun saat itu dia masih menjabat Wakapolri. Dilansi ntmcpolri.info, selama 100 tahun terakhir, kerja sama antara polisi dari berbagai negara semakin kuat. Diartikan, peran Interpol mengkoordinasikan polisi dunia menjadi lebih penting daripada sebelumnya.

Putri Oktavia, staf Dirkrimum Polda Metro Krishna Murti, menceritakan, Polda Metro Jaya ikut mengkampanye program ini agar bisa diterima masyarakat. Awalnya, Kombes Krishna hanya menyebarkan virus Turn Back Crime kepada anggotanya atau internal polisi. "Ini kampanye Turn Back Crime yang berarti lawan balik kejahatan. Banyak masyarakat sekarang penarasan dan kagum melihat penampilan polisi yang keren," ujar Putri.

Kampanye Turn Back Crime di Dunia, termasuk Indonesia dimulai sejak 5 Juni 2014. Sementara Polda Metro Jaya melakukan kampanye program ini pada November 201, memanfaatkan gelaran Car Free Day. Kampanye ini dilakukan untuk mengajak warga Jakarta berpartisipasi mengamankan Ibu Kota dari setiap aksi kejahatan. dsm