Ini Identitas Maling  yang Ditembak Mati Polisi Pagi Tadi!

SURABAYA (Realita) - Seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang ditembak mati oleh Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, pada Selasa (22/12/2016) sekitar pukul 04.30 Wib, ternyata merupakan jaringan Sadeng, kapten kelompok pencuri spesialis L300 yang sudah ditembak mati sebelumnya.

Dialah M Hoirul Abdul Aziz (33) asal Tunjung, Burneh, Bangkalan Madura. Dia ditangkap hingga ditembak mati polisi saat adanya penyekatan di Jembatan Suramadu dari arah Surabaya - Madura. Penyekatan itu sendiri, dilakukan sekitar pukul 03.00 Wib. Penyekatan yang dilakukan oleh Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, setelah mendapat informasi banyaknya curanmor di Surabaya. Dan benar, sekitar pukul 03.30 Wib, penyekatan yang dilakukan membuahkan hasil. Sebuah motor vario L 4339 EG melintas mencurigakan.

Karena posisi suramadu lengang saat itu, motor tersebut melaju kencang. Anggota kemudian menghentikan laju motor itu. Nah, saat dihentikan, motor yang dikemudikan oleh pelaku ini mencoba berputar balik. Namun, anggota langsung mengepungnya. Sehingga, pelaku ini pun akhirnya mencoba menerobos kepungan.

Nah, saat itu ada dua anggota Unit Resmob, yaitu Bripka Hendro dan Bripka Rianto. Dari sanalah, kedua anggota itu pun ditabrak oleh pelaku. Mengetahui kejadian itu, anggota yang lain lantas mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. Bukannya menyerah. Pelaku ini malah mencabut celurit yang dibawanya dan menyerang sejumlah polisi.

"Saat itulah, anggota kami langsung memberikan tindakan tegas terukur (tembak mati) kepada pelaku. Dan inilah yang saya sebut kemarin. Bahwa dalam keadaan urgent. Jika saat menangkap penjahat, anggota terancam nyawanya, silahkan ditindak tegas. Mati juga nggakpapa. Bukan atas perintah," kata Kapolrestabes Surabaya, Kombespol M Iqbal, Kamis (22/12/2016).

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini tidak menampik, jika 3C masih menjadi fokus pihaknya untuk menekannya. "Dengan adanya tindakan tegas terukur ini, kami berharap para pelaku berfikir ulang untuk melakukan aksinya di Surabaya. Tapi, masyarakat pun harus tetap waspada dan tidak teledor," himbaunya.

Sementara itu, setelah ditembak tepat di ulu hati dan pinggang kirinya. Pengendara tadi kemudian langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawanya tidak tertolong. Setelah dicek identitasnya. Pengendara tersebut bernama M Hoirul Abdul Aziz (33) asal Tunjung, Burneh, Bangkalan Madura. Sedangkan motor Vario L 4339 EG yang dibawanya, ternyata milik Nurhayati (45) warga Bronggalan Sawah VF, Tambaksari Surabaya.

"Setelah kita telusuri, Hoirul Aziz ini merupakan jaringan Sadeng, kapten kelompok pencuri spesialis L300 yang sudah kita tembak mati sebelumnya. Nah, setelah tewasnya Sadeng, Hoirul Aziz beralih mencuri motor. Peran Hoirul Aziz sendiri, sebagai pemetik," beber Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga.

Sementara saaat ditanya sejak kapan Hoirul Aziz direkrut oleh Sadeng. Shinto mengatakan, bakal melalukan pengembangan terkait itu. "Jadi, Hoirul Aziz ini bukanlah Abdul Aziz yang kabur pada saat penggerebekan kami di Madura beberapa waktu lalu usai Sadeng kami tembak mati. Namun dugaan kami, Hoirul Aziz adalah anggota lama kelompok Sadeng," sambungnya.

Setelah menembak mati Hoirul Aziz, Unit Resmob akhirnya mengamankan motor curian yang dibawanya. Selain itu, turut diamankan sebilah celurit, 9 jimat, sebuah kunci model Y, dua kunci T, sebuah kunci L dan satu unit kunci palsu.zain