Ini Lho Orang yang Menyiram Novel Baswedan!

JAKARTA (Realita)- Pihak kepolisian kembali mengamankan terduga pelaku penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan bernama Mico Panji.
Menurut Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan jika Mico potensial menjadi pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Tito mengatakan saat ini penyidik Polda Metro Jaya masih memeriksa Nico.
"Sudah, sudah diperiksa dan sudah diamankan," kata Tito kepada di kawasan PTIK, Jakarta Selatan, Kamis (18/5) malam.
Menurut Tito, nama Mico ini mulai mencuat saat dirinya tampil dalam sebuah rekaman audio visual. Video tersebut berisi sebuah pengakuan atas kesaksian palsu yang diberikannya kepada penyidik KPK dalam kasus lama, Muchtar Effendi yang kemudian diketahui adalah salah satu terpidana kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi.
Terkait hal itu, penyidik pun kata Tito sudah melakukan pemeriksaan hingga mendapatkan barang bukti beberapa dokumen dari Mico. Barang bukti tersebut merupakan pangakuan Mico yang sempat ditekan dan diancam oleh penyidik KPK sehingga Mico yang merupakan keponakan Muchtar sendiri harus memberikan keterangan palsu dan menerima suapan rupiah dari KPK.
"Sudah dicek semua apa yang dia (Mico) sebutkan itu dicek bukti-buktinya, kalau dia mengatakan ada tekanan atau ada keterangan palsu sudah dicek juga saksi-saksi, kemudian dokumen-dokumen, transfer bank juga segala macam," kata Tito.
Lebih lanjut, atas beberapa bukti sementara itu, Nico kata Tito, merupakan terduga pelaku yang amat potensial. Hal tersebut karena Nico dianggap punya motif dendam dan sakit hati kepada penyidik KPK atas apa yang menimpa keluarganya itu.
 
"Jadi kita melihat bahwa dari sudut pandang kasus penyiraman kita melihat bahwa ini kelompok yang potensial untuk menyerang," ungkap Tito.
Namun demikian, Tito mengatakan pihaknya tetap membutuhkan klarifikasi dari Mico apakah Kecurigaannya ini beralasan atau tidak. Sehingga keterangan Mico baik terkait dengan penyiraman Novel maupun terkait dengan kesaksikan palsunya dan penyuapan KPK perlu diklarifikasi.
"Kita tentunya mengklarifikasi keterangan yang bersangkutan di media sosial dan itu juga kami sudah berkordinask dengan ketua KPK," ucap Tito.ray