Jadi Tempat Prostitusi, Homestay di Nginden Digerebek

SURABAYA (Realita) - Sebuah Homestay Rotterdam di Jalan Nginden Intan Barat, Surabaya digerebek Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya, Rabu (7/12/2016). Sebab, Homestay tersebut diketahui telah digunakan untuk tempat transaksi prostitusi dan persetubuhan selama 3 tahun.

Dari penggerebekan ini petugas mendapati tiga pasangan yang tengah berhubungan badan. Mereka diketahui telah menginap short time per 4 jam. Dari tiga pasangan bukan suami istri itu, salah satunya merupakan pekerja seks komersial yang sudah biasa dibooking dan bertransaksi seks di homestay itu.

Kompol Bayu Indra Wiguno Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya mengatakan, selain mengamankan pasangan mesum, anggota juga menetapkan dua orang yang masing-masing bernama Haryono (20) dan M.Faris (20) yang merupakan pengelola homestay sebagai tersangka.

"Homestay ini memfasilitasi terjadinya perbuatan cabul para muda-mudi. Untuk tarif Homestay-nya, mereka mematok Rp100 ribu untuk short time. Sedangkan untuk full day, tarifnya mencapai Rp200 ribu," ujarnya di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (8/12/2016).

Bayu memaparkan, bahwa homestay ini tidak memberlakukan filter kepada tamu seperti memeriksa KTP atau data buku nikah bagi pasangan yang menginap. Homestay ini, diketahui sudah beroperasi selama tiga tahun. Sementara dalam sehari, homestay ini bisa menerima 8-10 pasangan.

"Terhadap pelaksananya, pasalnya adalah 296 KUHP. Sementara untuk tempatnya, kami akan koordinasikan dengan Dinas Pariwisata Pemkot Surabaya karena tidak memiliki izin," jelasnya, Homestay ini juga sempat diiklankan di media sosial. Rata-rata para tamu juga melihat dari media sosial.

Sementara itu, Putri (20) PSK yang ikut diamankan mengaku sudah 20 kali melayani di homestay itu. Sekali kencan dua jam, tarifnya mencapai Rp400 ribu. "Yang bayar kamar klien saya. Saya memilih tempat itu karena keamannya terjamin," tuturnya dibalik topeng spiderman.zain