Jalur Tengkorak Sendi - Cangar Dilebarkan

MOJOKERTO (Realita) - Jalan Raya di kawasan hutan Senpi Pacet yang menghubungkan Mojokerto dengan wilayah Batu Malang saat ini dilebarkan. Meski awalnya jalan hanya lebarnya 3 meter, kini dilebarkan 6 meter namun pengguna jalan harus ekstra hati-hati. Apalagi jalur tersebut salah satu jalur ekstrim yang kerap terjadi kecelakaan.

Dari pengamatan Realita.co jalur Pacet-Cangar tak sedikit kita ketahui ada tikungan tajam, turunan, dan tanjakan yang sangat membahayakan bagi pengendara. Tanjakan paling ekstrim ada di daerah Gotekan atau masyarakat biasa menyebut AMD (Abri Masuk Desa) hingga masuk kawasan Sendi. Kendaraan yang kondisinya normal, sangat mudah mogok saat di tanjakan. Otomatis motor yang kurang prima tak kuat melaju ke atas.

Medan jalan yang ekstrim di jalur Pacet - Cangar - Batu itu dikenal sebagai jalur tengkorak. Sebab, di jalur tersebut banyak terjadi kecelakaan atau kendaraan yang terjatuh akibat tak kuat menaiki tanjakan yang cukup curam. Apalagi di sisi kiri dan kanan jalan adalah jurang.

Sepanjang jalur menuju kawasan Tahura R Soeryo juga ada jalur yang tengah diperbaiki. Pelebaran jalan yang sampai kini dilakukan wajib diwaspadai pengguna jalan baik kendaraan roda dua maupun mobil. Banyak material bahan bangunan yang bisa membikin pengguna jalan terlibat kecelakaan apabila tidak hati-hati ketika melintas.

Kepala Dinas PU Bina Marga Pemkab Mojokerto, Zaenal Abidin mengatakan, jalur tersebut adalah jalur penghubung antar daerah yakni Batu - Mojokerto - Pasuruan. Jalur tersebut adalah jalur wisata dan jalur ekonomi yang harus diperhatikan. "Di Pacet kan banyak petani hasil bumi yang disetor ke Pasar Holtikultura di Batu dan Malang," ucap Zaenal Abidin, kemarin.

Menurutnya, pembanguna jalur tersebut sebagai tindak lanjut dari pelebaran jalan di kota agar tidak terjadi kesenjangan. Selain itu, jakur tersebut untuk menggeliatkan sektor wisata yang ada di wilayah selatan. Mengingat suasana di Cangar, Pacet dan Trawas sangat bagus sehingga mengundang orang datang. "Jalur tersebut saat Lebaran cukup ramai sehingga harus mendapat perhatian. Meski kondisi jalan sudah lebar, masyarakat agar tetap waspada karena jalaur itu tergolong ekstrim," jelasnya.

Kapolres Mojokerto AKBP Budhi Herdi Susianto, tak menampik jika ada banyak titik bahaya di jalur Cangar. Jalur ini hanya khusus dilalui pengendara motor dan mobil yang mahir karena memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Tentunya hanya kendaraan tertentu saja yang aman melalui jalur tersebut. ’"Biasanya rawan rem blong karena kondisi jalan menurun tajam. Kondisi jalan sempit dan agak sulit jika sampai berpapasan, dengan mobil lain," katanya.

Mantan penyidik KPK, mencontohkan saat arus mudik Lebaran, pengamanan jalur yang sering digunakan pemudik lebih ditingkatkan. Utamanya, pengamanan pada titik-titik rawan bahaya. LEbaran tahun ini, praktis tidak ada kejadian laka lantas yang menonjol di sepanjang jalur tersebut. "Itu tidak lepas keberadaan petugas persis di tanjakan ADM Sendi," ungkapnya.

Jalur Pacet-Cangar terbilang strategis bagi aktifitas pariwisata. Di sepanjang jalur itu sering kali dipakai wisatawan menghabiskan akhir pekan. Di sepanjang jalur itu juga terdapat tempat wisata seperti air terjun Watu Ondo, Watu Lumpang, Gua Putuk Kursi, hingga tempat pandang Gajah Mungkur, hingga berjajaran kuliner nasi jagung khas Sendi.

Jalur tersebut juga dipakai wisatawan yang ingin berlibur ke kawasan Mojokerto seperti Pacet dan Trawas. Termasuk wisatawan yang ingin menuju kawasan wisata di Cangar dan Batu. Pelebaran ruas jalan itu akan meningkatkan intensitas lalu lintas di sepanjang jalur itu. uje