Jatah Hidup Mandek, Pengungsi Syiah Kesulitan Makan

SIDOARJO (Realita)- Mudawi (46), pengungsi syiah asal Dusun Gadung Lauk, Desa Belu Urang kec. Karangpenang, Kabupaten Sampang yang tinggal di Rusun Jemundo mengaku kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain menganggur, Jatah Hidup (Hidup) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur sebesar Rp 709 ribu sudah tiga bulan mandek.

"Kalau ada uang ya makan, kalau tidak ada ya terpaksa puasa," katanya ketika ditemui dilokasi pada Jumat (21/4). Sejak Februari 2017, dia bersama warga syiah lainnya sudah tidak mendapatkan Jadup dari Pemprov Jatim. Untuk makan sehari-hari, dia terpaksa mencari pinjaman dan mengharapkan bantuan dari keluarganya yang ada di Madura.

"Kalau terpaksa ya akhirnya ngutang, itupun nggak banyak hanya 100 ribu saja khawatir nggak bisa bayar," tambah bapak tiga anak itu. Sebenarnya, beberapa waktu lalu, dirinya cukup terbantu karena bisa bekerja sebagai pengupas kelapa di pasar Puspa Agro. Dalam sehari, kadang mendapatkan upah Rp 40 ribu untuk setiap kuintal kelapa yang dikupasnya.

"Tapi akhir akhir ini sudah berbulan bulan sepi jadi nganggur, kadang seminggu ada sekali. Kadang berbulan bulan nggak ada lagi," tandasnya. Karena merasa frustasi, beberapa bulan lalu,  Mudawi dan keluarganya nekat keluar dari Rusun dan kembali ke kampung halamannya. Sayangnya, upaya itu gagal, karena dia bersama keluarganya dikembalikan lagi ke Rusun. "Malam sampai rumah mertua, paginya langsung dijemput katanya disuruh balik lagi gak boleh disana," jelasnya.   

Setiap hari, Mudawi mengaku selalu meratapi nasibnya yang tak kunjung membaik. Dia membayangkan, masa masa ketika hidup berkecukupan di kampung halamannya dulu. "Kalau saya inginnya pulang kampung saja bertani di rumah. Disini nganggur terus, setiap pagi, siang sampai sore kerjanya ya duduk duduk saja," tandasnya.    

Mudari dan warga syiah lainnya diusir dari kampung halamannya pada tahun 2011. Dia meninggalkan rumah dan dua hektar lahan yang digarapnya selama bertahun tahun."Kalau dulu setiap panen selalu pegang uang. Bisa dapat 50 karung padi setiap panen," jelasnya.pras