Jelang Ramadhan, Bulog Jatim Lakukan Gerakan Stabilisasi Pangan

SURABAYA (Realita) - Jelang Ramadahan dan Lebaran, Perum Bulog Divre Jatim mulai melaksanakan program Gerakan Stabilisasi Pangan (GSP) dimualai yang dimulai kemarin, Rabu (17/5). Kegiatan konsep pasar murah tersebut dilakukan serentak di Jawa Timur di 233 lokasi.
"Ada 233 outlet atau titik yang menjadi lokasi Gerakan Stabilisasi Harga ini. Semua tersebar di Jawa Timur dan ada di sub divre, gudang Bulog, pasar-pasar dan di RPK (rumah pangan kita). Di Surabaya ada di 14 titik di pasar-pasar termasuk di kantor Divre Jatim (Jalan A.Yani Surabaya)," kata Kepala Perum Bulog Divre Jatim, Usep Karyana.
Ada beberapa bahan pokok yang tersedia di gerai, antara lain beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, hingga bawang merah dan bawang putih.
Mengenai harga, tambah Usep, masyarakat tidak perlu khawatir. "Yang jelas, harga jual pasti lebih murah. Seperti beras premium kami jual Rp 8.500-9.500 per kilogram (kg). Di luar harganya di atas Rp 10 ribu per kg. Bawang merah kita jual Rp 22 ribu per kg dan bawang putih Rp 28-30 ribu per kg," ujarnya.
Mengenai stok ketersediaan bahan pangan tersebut, ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir. "Beras kita ada 568 rbu ton, gula 153 ribu ton. Semua kita siapkan agar harga di pasar bisa tetap stabil. Untuk berapa jumlah yang dijual tidak kami batasi," ungkapnya.
Namun, ia tetap melakukan pembatasan bagi konsumen yang akan membeli. "Tiap pembeli dibatasi jumlahnya, sehingga tidak sampai terjadi aksi borong. Tapi stok kami sangat banyak jadi bisa untuk stabilisasi harga pasar," tukasnya.ali