Jual Teman Sendiri dengan Paket Threesome, Nia Dibui

Jual Teman Sendiri, Gadis asal Sidotopo Dibekuk.

SURABAYA (Realita) - Satreskrim Polrestabes Surabaya membekuk gadis bernama Nia Juniarti asal Sidotopo Sekolahan, Surabaya. Sebab, gadis berusia 18 tahun itu dengan sengaja mengajak temannya berinisial DT (17) untuk melayani lelaki hidung belang.

"Kita mengamankan tersangka lantaran telah mengeksploitasi rekannya sendiri," kata Kompol Bayu Indra Wiguno, Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Jumat (16/12/2016).

Apalagi, untuk pelayanan hubungan badan kepada lelaki hidung belang, Nia hanya melayani paketan khusus. Yakni aktivitas seksual dengan melibatkan tiga orang pada waktu yang sama (Threesome).

Dalam memasarkan paketan khusus threesome, Nia membuka akun medsos yaitu facebook dan BBM. Dari sini, foto dirinya dan rekannya kemudian di upload sampai akhirnya mendapatkan lelaki hidung belang. "Saya tidak tahu kalau teman saya ini masih dibawah umur," dalihnya kepada polisi.

Praktik protitusi threesome yang dijalankan gadis putus sekolah ini, mengaku sudah 5 kali. Sedangkan untuk para lelaki hidung belang yang ingin paketan khusus tersebut, Nia memasang tarif Rp 700 ribu hingga Rp 800 ribu. "Tarif tersebut pelaku membagi rata. Dan untuk praktik protitusinya, diketahui sudah berjalan sejak bulan April 2016 hingga sekarang," papar Bayu.

Sementara itu, dari terungkapnya kasus ini, yakni berdasarkan laporan masyarakat mengenai adanya praktik protitusi. Sehingga akhirnya Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya, menindak lanjuti dan sampai akhirnya melakukan penangkapan di Hotel Sulawesi Jalan Embong Cerme, Surabaya. "Hasil praktik ini saya tabung untuk kebutuhan masa depan dan juga membantu ekonomi dalam keluarganya," akunya.

Untuk barang bukti yang didapat unit PPA Satreskrim dari pelaku dan juga korban, yakni berupa 1 buah HP Samsung, uang tunai sebesar Rp 250.000 dan 1 lembar bukti check-in. Ini terbukti telah memperdagangkan anak dan atau mengeksploitasi anak secara ekonomi untuk melakukan seksual. Kini atas perbuatannya, polisi menjeratnya dengan pasal 17 UURI No 21 tahun 2007, pasal 88 UURI No 35 tahun 2014 dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara.zain