Jumlah Penderita Gangguan Jiwa di Jatim Meningkat

SURABAYA (Realita)- Akibat desakan ekonomi, penderita gangguan di Jawa Timur naik drastis pada tahun 2016. Ironisnya, sebagaian besar penderita adalah mereka yang berusia produktif. ”Karena himpitan ekonomi, dan keinginan mereka tidak terpenuhi,” ucap kepala Dinas Sosial Jawa Timur Sukesi yang dituturkan Kasi Rehabilitasi, Yusmanu, Kamis (4/1).

  Berdasarkan data dari Dinas Sosial Jawa Timur, penderita gangguan jiwa di Jatim pada tahun 2016 mencapai 2369 orang. Jumlah itu naik sebesar 750 orang dibandingkan tahun 2015 lalu yang hanya 1619 penderita. ”Kalau data tahun 2015 hanya 1619 penderita dan yang terbesar tetap di kecamatan Sambit Ponorogo,” katanya lagi.

Menurut dia, dari jumlah tersebut, 719 penderita masih dipasung oleh keluarga mereka. Sedangkan, sebanyak 543 penderita sudah dibebaskan dan kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ).”Sisanya sebanyak 939 sudah bebas pasung dan tidak dirawat di RSJ. Tapi mereka masih menjalani pemantauan dan harus minum obat,” tandasnya lagi.

 Dijelaskannya,  sebagaian besar penderita mengalami gangguan jiwa jenis Skizofrenia. Mereka seringkali bersikap agresif dan perlu mendapatkan pemantauan dan perawatan khusus. ”Kalau mereka yang menderita Skizofrenia harus dipasung karena perilakunya agresif dan membahayakan,” pungkasnya.pras