Jumlah Polisi Dipecat 2015 Meningkat dari Tahun Sebelumnya

JAKARTA (Realita) - Proses pemberhentian anggota kepolisian bermasalah tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya 2014. Jumlahnya pun tak tanggung-tanggung, mencapai 181% dari jumlah anggota polisi yang dipecat karena berbagai pelanggaran kode etik.

Polri merilis laporan akhir tahun kinerja Polri sepanjang 2015. Kapolri Jendral Badrodin Haiti menyebutkan, selama 2015, Polri telah melakukan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap 335 anggota.

"Jumlah personil Polri yang PTDH, dipecat, mengalami peningkatan 181 persen," kata Badrodin di Kompleks Mabes Polri, Selasa (29/12/2015).

Jumlah personil Polri yang dipecat, menurut Badrodin, meningkat dibanding tahun sebelumnya, yaitu 119 personil.

Ia menuturkan, pemberhentian tersebut merupakan tindak lanjut dari aduan masyarakat atau Dumas.

Pada 2015, tercatat 898 pengaduan diterima Polri. Adapun, 619 di antaranya merupakan Dumas terkait penyidikan tindak pidana.

Komplain terhadap proses penyidikan tindak pidana oleh penyidik Polri, kata Badrodin, merupakan permasalahan terbesar.

Beberapa contohnya adalah lamanya waktu dan tidak ditindaklanjutinya proses penanganan pengaduan, keberpihakan dan profesionalitas polisi, manipulasi perkara, hingga menelantarkan perkara.

itu, Badrodin menuturkan, pemberian sanksi terhadap pelanggaran disiplin mengalami penurunan sebesar 74,3 persen dari tahun sebelumnya.

"Pelanggaran disiplin ini agak banyak. 2015 itu 4.024," ujar Badrodin.

Selain itu, sanksi terhadap pelanggaran kode etik meningkat sebesar 120,3 persen. Pada tahun 2014, pelanggaran kode etik hanya dilakukan 444 orang dan tahun 2015 menjad 978 orang. dsr