Kabur dari Sel Polsek Tambaksari, Budi Kangen Istri Mudanya!

SURABAYA (Realita) - Budi Sasmito, salah satu tahanan Polsek Tambaksari yang kabur nampak menyesali perbuatannya saat di Mapolrestabes Surabaya usai diringkus lagi oleh polisi. Dengan menahan sakit pada kedua betis kakinya usai ditembak polisi, pria 45 tahun tersebut akhirnya bercerita soal pelariannya.
"Begitu kabur, saya sempat 'nggandol' truk bersama Salman (belum tertangkap). Setelah itu, saya dan Salman turun di Jalan Ahmad Yani. Saya kemudian naik taksi ke Bungurasih, dan melanjutkan perjalanan ke Nganjuk untuk mengunjungi istri kedua saya (Tri Jatiningsih). Kalau Salman, saat itu bilang ke saya katanya mau lari ke Madura," terang pria berbadan gemuk itu.
Budi menjelaskan lebih lanjut, usai dirinya dari Nganjuk, dia kemudian melanjutkan persembunyiannya ke daerah Trawas. Saat di Trawas, dia belum merasa tenang. Pria asal Jalan Setro lll/21 Surabaya itu melanjutkan lagi perjalanan ke Tretes.
Sampai di sana, pikiran Budi juga belum pas. Budi selanjutnya pergi ke daerah Prigen, dan akhirnya kembali ke Surabaya. "Rencananya saya mau ke pulang ke rumah. Tapi pas lewat pasar Pucang saya ketahuan polisi. Saya terus lari dan kemudian ditembak ini," tuturnya.
Sementara Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga menyatakan jika pihaknya hingga saat ini masih berusaha memburu Salman. Shinto juga menjelaskan bahwa pihaknya sedikit kesulitan untuk mengetahui keberadaan Salman. Pasalnya, dia memalsukan identitas. "Kami memang masih menyelidiki asal usul dia. Memang dia memberikan alamat palsu saat pertama kali ditangkap," katanya, Kamis (20/4/2017).
Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 itu melanjutkan, berdasar pengakuan Budi dan Sohib, rupanya Salman juga punya andil besar terhadap kaburnya tahanan itu. Selain Ryan, Salman juga ikut meyakinkan teman-temannya agar mau melarikan diri. "Dia bilang bahwa ada peluang untuk membengkokkan besi penjara yang ada di atas kamar mandi," ungkap Shinto.
Sedangkan berdasar informasi dari seorang sumber internal kepolisian, Sohib mengakui bahwa dirinya diajak oleh Salman. Salman juga bercerita kepada Sohib dia memang sengaja memalsukan identitas. "Ngakunya agar keluarga tidak tahu bahwa dirinya masuk penjara. Dia tidak ingin keluarganya gaduh gara-gara tertangkap," beber sumber tersebut.
Hingga saat ini, polisi sendiri kembali memperingatkan kepada dua pelaku yang masih lolos agar menyerahkan diri. Dua tersangka yang berhasil ditangkap itu jadi bukti bahwa mereka tidak akan main-main memburu pelaku. "kami mengimbau kepada dua tersangka yang masih kabur agar secepatnya menyerahkan diri. Atau tidak, peluru bakal yang mengejar kalian," tandas AKBP Shinto.zain
Berikut identitas dua tahanan kabur yang belum tertangkap ;
1). Salman
Alamat : Kedundung, Sampang, Madura
Kasus : 363 KUHP (pencurian dengan pemberatan.
Status : BELUM TERTANGKAP
2). Saiful Hag
Alamat : Jalan Kedung Rukem 4 No.53, Surabaya.
Kasus : Narkoba
Status : BELUM TERTANGKAP.