Kades Jambean Ancam Tuntut Wartawan


KEDIRI (Realita)-  Hari, Kades Jambean yang diduga telah menjual Tanah Kas Desa atas tuduhan warga, mengancam wartawan akan menuntut apabila ada salah tulis dan mencemarkan nama baik dan membuat berita bohong.

Dalam keteranganya pihak Kades menampik dengan adanya tuduhan warga serta anggota Badan Permusawaratan Desa (BPD) desa Jambe serta karang taruna, terkait dengan penjualan TKD Jambe Seluas 300 ru kepada pihak PG.Ngadirejo .

Melalui SMS, Kamis (10/8) sore, Hari sempat memberikan ancaman pada wartawan dengan mengeluarkan menulis,  " Ngapunten mas kalau salah tulis , membuat berita bohong , mencemarkan nama baik saya pasti sy tuntut sampai seakar-akarnya".

Kades juga mencatut nama Kapolres Dan Kasatreskrim polres Kediri apabila wartawan ingin kejelasan permasalahan tersebut. "Tanyakan langsung pada Kapolres serta Kasatreskrim kalau ingin kejelasan," ungkap Kades dengan nada emosi

 

Hari juga menambahkan,jika dirinya bisa ditemui setelah pulang dari menunaikan Haji . " Kapan Kapan aja ketemu sepulang dari haji," tutur Kades Jambean.

 

Untuk diketahui pada berita sebelumnya dituliskan, warga Desa Jambean beserta Karang Taruna dan juga anggota Badan Permusyaratan Desa (BPD) Kecamatan keras , kabupaten Kediri , wadul ke wartawan terkait dengan dugaan penjualan Tanah Kas Desa ( TKD ) yang ada di dusun Pucung, desa Jambean oleh kepala Desa setempat .

Supriyanto, anggota BPD didepan media mengatakan , jika di desanya telah terjadi penjualan TKD yang dilakukan oleh Kadesnya yang bernama Hari.

“TKD seluas 300 Ru dijual pada pihak Pg. Ngadirejo dengan nilai Rp 3 miliar,” ucap pria yang akrab dipanggil Pryanto itu. Dan pihak BPD serta warga dan juga sudah melaporkan ke pihak polisi pada 13 Februari lalu namun sampai saat ini belum ada kejelasan terkait Laporanya tersebut. "Kami sudah melapor ke Polres Pare namun hingga saat ini belum jelas dan pihak polisi beralasan jika masih dalam proses pembuktian dari pihak BPN," ungkap Priyanto. aka