Kapolri Minta Pimpinan Tak Sepelekan Bintara

SURABAYA (Realita) - Bintara merupakan representasi negara di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu, para pimpinan kepolisian jangan sampai menyepelehkan peran anggota polisi yang bertugas di lapangan. Itulah yang disampaikan Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti saat memberikan pengarahan kepada anggota polisi di Polda Jatim tepatnya di Gedung Semeru, Selasa (10/11) pagi.

Tidak seperti biasanya, selain pejabat utama/menengah Polda dan Kapolres jajaran, sejumlah bintara juga ikut pada pengarahan ini. Tegas Badrodin, peran bintara harus diapresiasi karena mereka berada paling depan saat bertugas di lapangan, yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. "Jangan dikecilkan, jangan dikerdilkan arti mereka. Selama ini mereka berada paling depan menghadapi masalah di masyarakat," ucap Kapolri.

Bagi Kapolri, bintara merupakan representasi negara yang hadir di tengah-tengah masyarakat. Ia memberi contoh saat anggota melakukan tindakan saat terjadi kecelakaan di jalan. Begitu juga ketika anggota di lapangan menangani keamanan dan masalah di masyarakat. "Kalau polisi di lapangan berhasil, artinya negara hadir. Tapi kalau tidak berhasil, artinya negara tidak hadir," ucapnya.

Selama ini, lanjut Badrodin, terjadi kesalahan dalam pembinaan anggota yang diterapkan institusi kepolisian. Bintara seolah-olah hanya sebagai anak buah yang harus melaksanakan perintah atasan begitu saja, tanpa mencerna terlebih dahulu sesuai kondisi lapangan. Menurutnya, pola seperti itu saat ini harus diubah. "Karena itu bintara harus diberdayakan, dipintarkan, agar cakap menghadapi persoalan sehari-hari di masyarakat," ucapnya.

Kehadiran bintara, tambah dia, sangat diperlukan perannya terutama dalam menghadapi pilkada serentak 9 Desember nanti. Soal pilkada juga jadi salah satu materi pengarahan yang ia berikan kepada pimpinan dan anggota Polda Jatim dan Polres jajaran.ali